Bertemu Dengan Orang Asing, PSK Ini Menangis Saat Mengalami Hal Seperti Ini


Palingseru.com – Seorang PSK Di Hawaii tak mampu membendung air matanya setelah ia mengalami sesuatu hal yang tak pernah ia alami seumur hidupnya. Sesuatu hal itu adalah merayakan pesta ulangtahunnya.

PSK bernama Agnes tersebut sudah bertahun-tahun bertahan hidup dengan menjadi seorang PSK. Namun, kehidupannya berubah setelah dirinya mendapat kejutan pesta ulangtahun dari teman-teman PSKnya.

Nah, kamu mau tahu seperti apa kisahnya ? Seperti dilansir Tribunnews.com, berikut kisah mengharukannya.

Baca juga : Buku Harian Berisi Curhat Milik PSK Kalijodo Ini Isinya Sedih Banget, Bisa Bikin Nangis

 

“Aku sedang mencari tempat untuk minum kopi saat ia dalam perjalanan di Honolulu, Hawaii.

Akan tetapi, saat itu masih dini hari, yaitu, pukul 3 pagi dan hanya ada satu tempat yang buka pada saat itu.

Aku bahkan tak mau menyentuh menunya, terlebih karena tempat tersebut kotor dan tidak rapi.

Akhirnya, aku memutuskan untuk memesan segelas kopi dan sebuah donat.

Saat aku sedang meminum kopi, tiba-tiba pintu terbuka, dan beberapa wanita PSK berjumlah sekitar 9 orang masuk ke dalam.

Aku merasa tidak nyaman karena selain dari para PSK tersebut, hanya aku pelanggan di dalam toko tersebut.

Percakapan wanita tersebut juga semakin keras dan kasar.

Hal ini membuatku akhirnya memutuskan untuk keluar, tapi saat itulah langkahku terhenti ketika mendengar sesuatu yang menarik perhatianku.

Salah seorang wanita yang berada di sampingku mengatakan : ”Besok hari ulang tahunku. Umurku akan memasuki angka 39 tahun.”

Ucapan sang wanita direspon dengan cibiran oleh teman-temannya. Ada yang bahkan mengatakan ”Jadi apa yang kau mau? Pesta ulang tahun? Apa yang kau mau? Kau ingin aku memberimu kue dan menyanyikan lagu ’Selamat Ulang Tahun’?”

”Ayolah,” ujar wanita tersebut. ”Kenapa kalian jahat sekali ? Aku hanya ingin memberitahu, itu saja. Kenapa kalian malah merendahkanku seperti ini ?

Aku cuma ingin mengatakan kalau beosk itu hari ulang tahunku. Aku tak ingin apa-apa dari kalian. Maksudku, kenapa kalian harus capek-capek membuat pesta ulang tahun untukku?

Seumur hidupku, aku tak pernah merayakan pesta ulang tahun. Jadi, untuk apa merayakannya ?”

Saat aku mendengar hal ini, sebuah ide melintas di kepalaku. Hatiku merasa tersentuh hingga membuatnku ingin melakukan sesuatu untuk wanita itu.

Saat para PSK tersebut pergi, aku mendekat kearah seorang pria yang berdiri di belakang meja kasir untuk bertanya apakah mereka sering datang ke tempat tersebut.

”Ya !” ujar sang penjaga kasir. ”Namanya Agnes. Ya, dia sering kesini setiap malam.”

Kemudian, aku berkata kepada sang penjaga kasir ”Aku dengar tadi kalau besok hari ulang tahunnya, bagaimana menurutmu kalau kita melakukan sesuatu, seperti membuat pesta ulang tahun untuknya besok, disini ?”

Sang petugas kasir pun setuju. Keesokan harinya, aku memutuskan untuk datang lagi ke tempat tersebut pada pukul 2.30 pagi dan membantu mendekor tempat tersebut agar nampak lebih indah.

Aku bahkan membuat tulisan besar ”Selamat Ulang Tahun, Agnes !” dan turut menyiapkan sebuah kue ulang tahun.

Beberapa wanita PSK turut membantu mempersiapkan acara tersebut.

Dan tepat pada pukul 3.30 pagi, Agnes memasuki tempat tersebut dan langsung dikejutkan dengan teriakan ”Selamat Ulang Tahun.”

Aku tak pernah melihat seseorang merasa terkejut, senang, dan gugup secara bersamaan. Mulut Agnes menganga terbuka.

Kakinya nampak gemetar. Bahkan, salah seorang temannya ikut membantu memegangi tangannya agar tak jatuh.

Saat duduk, semua orang yang hadir menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun untuk Agnes.

Saat lagu akan berakhir, mata Agnes pun mulai berkaca-kaca. Saat kue ulang tahunnya datang, tangis Agnes pun pecah.

Semua orang ingin memakan kue ulang tahun itu, namun Agnes meminta dengan sopan agar ia bisa menyimpan kue itu.

Ia tak pernah mendapat kue ulang tahun dan tak pernah menerima pesta ulang tahun seperti itu.

Rasa cinta yang ditunjukkan semua orang membuat Agnes tak mampu membendung air matanya.

Agnes kemudian pergi sambil membawa kue tersebut, ia terus menangis dan nampak tetap tak mampu menahan rasa bahagia di dalam hatinya.

Saat berjalan menjauh, semua orang terdiam dan tak tahu harus berbuat apa. Aku pun mengatakan ”Bagaimana kalau kita semua berdoa ?”

Terdengar aneh memang saat aku dan beberapa orang PSK berdoa di sebuah tempat makan di Honolulu, Hawaii, pada pukul 3.30 pagi.

Namun pada momen itu, hal tersebut terasa pantas untuk dilakukan. Aku berdoa untuk Agnes. Aku berdoa agar kehidupan Agnes dapat berubah dan menjalani kehidupan yang lebih baik.

Beberapa tahun kemudian, aku menerima sebuah surat. Saat kubaca, aku terkejut karena surat tersebut berasal dari Agnes.

Dalam suratnya, Agnes mengucapkan terima kasih atas semua yang aku berikan kepadanya.

Aku semakin senang karena Agnes mengatakan kalau ia tak lagi menjadi PSK. Hidupnya kini menjadi lebih baik berkat kebaikan dan doa yang kami berikan.”

More From: Berita Menarik