Ketemu Berita Hoax? Seperti Ini Cara Melaporkannya ke Twitter, Facebook dan Google Biar Gak Terus Menyebar

 

Palingseru.com – Kemunculan berita palsu memang sangat meresahkan. Apalagi berita itu menyeret-nyeret agama dan hal penting lainnya. Berita-berita palsu ini biasanya sering muncul di beberapa media sosial seperti Facebook, Google dan Twitter.

Tapi tenang, berita palsu ini bisa dilaporkan dengan cepat agar tidak terus beredar. Kamu tidak perlu melapork ke pihak berwajib, hanya cukup melapor di media sosial. Lalu, bagaimana cara melapornya? Simak!

Facebook

Seperti yang dihimpun Kompas.com, untuk melaporkan berita palsu di Facebook, kamu bisa mengklik tanda panah ke bawah yang ada di sebelah kanan atas kemudian pilih “repost post” atau jika dalam pengaturan Bahasa Indonesia, bisa pilih ‘laporkan kiriman’.

Seperti ini gambar contohnya :

f-1

Setelah itu kamu akan ditanya, “Apa yang terjadi?”. Di sini, kamu diminta memilih alasan mengapa kamu melaporkan unggahan itu.

Jika sudah lanjutkan memilih opsi seperti gambar di bawah. Bebas memilih, namun ada baiknya pilih opsi “ini adalah kabar berita salah”. Lalu blokir, sembunyikan semua unggahan dari akun tersebut, dan berbagai opsi lainnya.

Google

Sebelum menyebar ke media sosial Facebook dan Twitter, berita palsu ini biasanya lebih dulu beredar di Google. Jika kamu ingin melaporkan berita palsu ini ke Google, kamu harus pergi ke paling bawah laman dan mengklik ‘feedback’.

g1

Kemudian beri keterangan yang jelas dan masukan tautan yang kamu laporkan. Contoh, tulis bahwa “Hasil pencarian paling atas adalah situs berita palsu dan isinya tidak benar”.

g2

Jika sudah jangan lupa screen shoot tulisan yang kamu ketik tadi dan laporan ini akan segera direspon. Bahkan mereka meminta kamu menunjukan mana kalimat-kalimat yang tidak benar.

Twitter

Jika kamu melihat pemberitaan yang mencurigakan di Twitter, segeralah melaporkannya dengan cara mengklik simbol tiga titik di bawah kanan. Di sini akan ada pilihan, pilihlah ‘report tweet’ atau ‘laporkan kicauan’.

t1

Melihat opsinya, memang taka da yang cocok. Menyebutnya sebagai spam tidak cocok. Berita palsu memang berbahaya, tetapi tampak tak tepat untuk memilih opsi ketiga. Jadi kami menyarankan untuk memilih opsi pertama (spam) atau opsi saya tidak tertarik (I am not interested).

Nah itulah cara-cara yang bisa kamu lakukan saat melihat berita palsu menyebar di media sosial. Dengan adanya cara ini semoga pemberitaan tidak jelas tidak akan lagi menyebar.

5 Lagu ini Bisa Memanggil Hantu, Salah Satunya Pasti Sering Kamu Nyayikan. Ngeri Banget Dah!

Lihat Juga

Apa Komentar Kamu