Kejam! Dikamar Inilah Pelajar STIP Itu Disiksa Hingga Malaikat Maut Menjemput

Palingseru.com – Seorang pelajar taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, yang bernama Amirulloh Adityas Putra (19), ditemukan tewas gara-gara di aniaya oleh seniornya.

Namun, tak hanya Amirulloh saja yang disiksa, ada juga lima temannya yang ikut di siksa, tapi hanya Amirulloh yang sampai meninggal dunia.

Amirulloh ini merupakan taruna tingkat 1 seharusnya ada di Ring 1, tapi ia dan lima rekanna dipanggil menghadap para seniornya di Ring 4. Tentu saja sesuai aturan itu bukan tempat untuk Amirulloh dan teman-temannya.

Aturan yang berlaku, Ring 1 untuk taruna tingkat 1, Ring 2 untuk taruna tingkat 4, Ring 3 untuk taruni (asrama perempuan), dan Ring 4 untuk taruna tingkat 2.

Namun, saat kejadian Amirulloh dan lima temannya dipanggil taruna tinggal 2 ke Ring 4. Mereka dipanggil di saat ‘tradisi’ menurunkan keterampilan alat musik tam-tam, bagian dari drum band.

Seperti dilansir Kompas.com, penganiayaan itu terjadi di kamar tidur yang terdiri dari lima tempat tidur bertingkat. Kamar tidur itu cukup luas untuk lima orang saja.

Namun, kamar tidur itu tidak ditempati oleh para senior yang menganiaya korban. Para penghuni tempat tidur itu hanya menjadi saksi penganiayaan tersebut.

Baca juga : Kasihan Siswi SMP ini Tewas Secara tragis gara gara diperkosa 13 Pria di Hutan

Tempat korban terbaring meninggal yakni di tempat tidur paling pojok. Ruang tersebut kini telah diberi garis polisi.

“Korban meninggal di tempat tidur yang tidak ada spreinya itu. Bajunya juga masih ada di sana,” kata seorang pegawai STIP, Rabu (11/1/2017) sore.

Kejadiannya bermulai pada Selasa malam saat para pelaku berinisiatif untuk mengerjai para juniornya.

“Kasus berawal dari pada jam 17.00, selesai giat drum band, salah satu pelaku atas nama SM mengajak kumpul-kumpul pelaku lainnya untuk rencana ngerjain juniornya tingkat I yang adalah bassist drum band/tam-tam,” kata Argo.

Amirulloh dan lima temannya di panggil untuk berkumpul di lantai 2 kamar  M-205 gedung dormitory ring 4.

“Satu persatu taruna tingkat I tersebut datang ke TKP untuk dilakukan penganiayaan oleh para pelaku dengan cara pemukulan menggunakan tangan kosong secara bergantian yang diarahkan ke perut, dada, dan ulu hati,” kata Argo.

Amirulloh juga begitu, ia dipukuli secara bergantian, dan Amirulloh mulai tak sadarkan diri saat dipukul oleh pelaku berinisial WH.

WH memukuli sambil meneriaki Amirullah dengan seruan “Sama-sama anak Priok!”. Amirulloh langsung ambruk ke dada WH dan diangkat ke tempat tidur yang ada di kamar tersebut.

Karena panik para saksi yang melihat langsung melapor  ke seniornya yang merupakan taruna Tingkat IV. Dan dilanjutkan  ke piket medis dan pembina STIP.

“Mengetahui kondisi korban tidak bernyawa setelah diperiksa dokter piket STIP, selanjutnya peristiwa dilaporkan ke Polsek Cilincing,” kata Argo.

Polisi sudah memeriksa tujuh saksi dan jenazah Amirulloh diotopsi di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati.

 

5 Lagu ini Bisa Memanggil Hantu, Salah Satunya Pasti Sering Kamu Nyayikan. Ngeri Banget Dah!

Apa Komentar Kamu