Seperti ini kejanggalan kejanggalan yang ditemukan saat rumah Firza Husein digeledah


 

Palingseru.com – Belum lepas dari kasus dugaan makarnya, Firza Husein kembali mencuat. Dia disebut-sebut punya hubungan “istimewa” dengan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Seperti diberitakan sebelumnya, Firza Husein merupakan salah satu dari kedelapan orang yang ditangkap pada Jumat (2/12/2016) karena diduga bakal melakukan makar. Namun pada saat itu ia belum ditetapkan sebagai tersangka.

Hingg akhirnya pihak kepolisian mendapatkan laporan bahwa Firza menjadi salah satu pemegang dana dugaan makar.

“Kan sudah dijelaskan, kita ambil (tangkap) malam itu, Firza ada aliran dana,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan.

Menurut Iriawan, sesuai keterangan Ahmad Dhani kepada penyidik, Firza merupakan salah satu pemegang dana untuk menyediakan mobil komando. Mobil komando itu disiapkan untuk Rizieq Shihab saat aksi 212.

Terlepas dari itu, Firza lagi-lagi tersandung kasus yang menyebutkan bahwa dirinya pernah chatting­ dengan Rizieq Shihab melalui aplikasi WhatsApp dengan kata-kata yang berbau pornografi.

Pada 31 Januari 2017 lalu, Firza dijemput secara paksa oleh pihak kepolisian. Selain menangkap, polisi juga melakukan penggeledahan kediaman Firza yang beralamatkan di Jalan Makmur, Lubang Buaya, Jakarta Timur, sebagaimana dikutip Newsth.com, Sabtu (4/2).

firza-husein-1

Namun, pihak Firza tidak terima rumahnya digeledah oleh penyidik Ditreskrimus Polda Metro Jaya.

Aziz Yanuar selaku pengacara Ketua Yayasan Solidaritas Yayasan Cendana mengatakan jika pihaknya akan melaporkan penyidik ke Propam Polda Metro Jaya.

Pasalnya, menurutnya pihak penyidik telah banyak melakukan pelanggaran.

Sementara itu, menurut informasi yang didapatkan dari Aziz, saat penyidik melakukan penggeledahan di rumah Firza, tidak ada pihak keluarga yang turut mendampingi. Hanya ada ketua RT, RW, dan warga setempat.

Namun anehnya, meski mereka turut terlibat dalam penggeledahan, mereka hanya dipersilahkan untuk duduk di ruang tamu saja. Sementara tim penyidik melakukan penggeledahan sendiri hingga ke kamar-kamar.

Kejanggalannya tak berhenti sampai di situ saja. Setelah berhasil melakukan penggeledahan, tim penyidik langsung membawa sejumlah barang bukti tanpa memperlihatkan ke para saksi.

Hal semacam ini, menurut Aziz, telah melanggar Pasal 129 KUHP. Selain itu menurut Peraturan Kapolri, Nomor 8 Tahun 2009, seharusnya penyidik memberi tahu pemilik rumah tentang kepentingan serta sasaran penggeledahan.

More From: Berita Menarik