Foto Jokowi Lagi Mengimami Salat ini Mendadak Jadi Sasaran Perdebatan Netizen. Kamu Mau Tahu Kenapa

Palingseru.com –  Foto Presiden Joko Widodo mengimami salat di sebuah masjid di Maluku menjadi bahan perdebatan.

Dalam foto yang diunggah akun jejaring sosial Twitter milik Fadjroel Rachman, @fadjroeL, pada 24 Februari silam, tampak Jokowi tengah menjadi imam salat di sebuah masjid.

Akun @fadjroeL pun mengunggah tulisan sebagai keterangan foto itu mengutip pernyataan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

“‘Pres @jokowi imam salat Asar jamak qashar selepas salat Jumat di Masjid Al-Fattah, Ambon,” kata @lukmansaifuddin,” kicau akun @fadjroeL.

Namun, siapa nyana, foto Jokowi menjadi imam tersebut malah menjadi bahan perdebatan bagi segelintir pengguna media sosial, alias netizen.

Misalnya, salah satu netizen yang meragukan peran Jokowi sebagai imam salat.

“@fadjroeL @jokowi @lukmansaifuddin nggak ada yg lain apa ya?” tulis @fadhli_abyan.

Namun, cuitan tersebut dibalas oleh pengguna akun @fadhli_abyan.

“@fadhli_abyan @fadjroeL @jokowi @lukmansaifuddin ada tuch pak menag pak Din syamsuddin.. Mslah emng klo pak jkw jd Imam.? Mrgukn keislmnny?” cuit @TutyZaneta.

Ada pula netizen yang meminta Jokowi mengimami salat yang bacaannya dikeraskan.

“@fadjroeL @jokowi @lukmansaifuddin subuhanallah…. sekali sekali bpk presiden jd imam sholat yg bacaannya dikeraskan,” kicau @sudirman_tare.

Lagi-lagi, kicauan tersebut dibalas oleh netizen lain dengan akun @aleewkwk.

“@sudirman_tare @fadjroeL @jokowi @lukmansaifuddin kalo jama ashar ga di keraskan suaranya…. hanya maghrib, isya dan subuh yg d bca keras,” cuit akun @aleewkwk.

Ada juga netizen yang berprasangka buruk terhadap orang yang hanya duduk-duduk, tanpa ikut salat berjamaah Jokowi.

“@fadjroeL @jokowi @lukmansaifuddin itu yg duduk knapa ga ikut sholat?berfikir positiflah ga masalah kan jokowi jdi imam,” cuit @HapnyAndryanti.

Namun, prasangka tersebut diluruskan oleh netizen dengan akun @udit_kh.

“@HapnyAndryanti @fadjroeL @jokowi @lukmansaifuddin karena lagi jamak Mbak. Yang lain bukan musafir,” kicau @udit_kh.

Berikut komentar netizen lain yang nyinyir dengan foto Jokowi ini:

@awemany: Gue cuma munculin wacana. Mudah”an ada yg denger. Jadi next time, Jokowi ngga perlu jadi imam lagi. Karena kalo ini jadi kebiasaan, bahaya.

@eae18: Kalau saya ada di antara mereka, tentu saya akan bilang, siapa yang layak jadi imam Asar. Tentu bukan Pak @jokowi

Entah apa alasan mereka mempermasalahkan foto Jokowi tersebut.

Yang terang, perdebatan ini disoroti sejumlah pengguna media sosial yang mengatakan bahwa netizen tersebut ‘kehabisan bahan’ sehingga foto Jokowi jadi imam menjadi bahan perdebatan.

“Itu saking nggak ada bahan buat menjatuhkan Jokowi kah sampai urusan jadi Imam aja dibuat rempong?” kicau @bubukmilo.

“Pak Jokowi jadi imam sholat aja dimasalahin. Pantes aja jauh dari jodoh. Karma works,” cuit @rasjawa.

“@BiLLYKOMPAS : kalau dasar hatinya udah benci, mau berbuat apa juga gak bakal ada baik-baiknya. Bakal Dicari-cari kesalahannya,” kicau @JefryGigih.

Seperti diketahui, Jokowi menyempatkan diri salat di Masjid Al Fattah Kota Ambon dalam kunjungan kerjanya pada 24 Februari 2017.

Selain itu dalam kunjungan kerja kali ini, Jokowi mendapatkan gelar adat kehormatan “Upu Kalatia Kenalean Da Ntul Po Deyo Routnya Hnulho Maluku”.

Pemasangan jubah kebesaran, kain ikat pinggang, kain bahu, mahkota kebesaran dan pemberian tongkat adat kehormatan sebagai penanda penganugerahan gelar dilakukan langsung oleh Ketua Majelis Latupati Maluku, Bonifaxius Silooy, Jumat (24/2/2017) di Kristiani Center, Ambon, Provinsi Maluku.

Gelar adat kehormatan yang dapat diartikan dengan pemimpin besar yang peduli terhadap kesejahteraan hidup masyarakat adat Maluku tersebut diberikan kepada Presiden Joko Widodo berdasarkan pada keputusan majelis adat Maluku yang terdiri atas para tetua adat atau Latupati.

Atas penganugerahan tersebut, Kepala Negara menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang telah diberikan oleh rakyat Maluku.

“Saya merasa sangat terhormat sekali dan mengucapkan terima kasih atas penganugerahan gelar adat kehormatan Maluku kepada saya. Saya memahami bahwa gelar ini disertai dengan tanggung jawab untuk memajukan Maluku, untuk menyejahterakan rakyat Maluku,” ujar Presiden.

Jokowi menyatakan kebanggaannya pada kearifan lokal rakyat Maluku yang berbasis persaudaraan. Dengan falsafah Siwalima, perbedaan dan keragaman budaya masyarakat Maluku dapat dipersatukan.

“Menggunakan falsafah Siwalima yang menyatukan semua perbedaan kelompok, menjadi kekuatan perekat yang abadi. Sejarah sudah menyaksikan bagaimana kearifan lokal Maluku dapat dengan cepat memulihkan keadaan setelah terjadinya konflik sosial pada waktu yang lalu,” ucapnya.

Terhadap semangat persaudaraan tersebut, Jokowi sekaligus menyampaikan harapannya agar masyarakat Maluku dapat terus merawat keanekaragaman yang ada sambil terus mengupayakan keharmonisan.

“Maka saya harap Musyawarah Besar para Latupati se-Maluku hari ini akan dapat terus merawat kebhinnekaan yang ada, kemajemukan yang ada, keharmonisan yang ada, dan membingkai perdamaian Maluku dalam semangat hidup orang bersaudara,” ujarnya.

Ada yang menarik di tengah sambutan yang disampaikan Presiden Joko Widodo tersebut. Jokowi sempat membacakan sebuah pantun dalam bahasa lokal.

Lewat pantun tersebut Jokowi hendak menyampaikan bahwa walaupun terpisah dengan jarak yang cukup jauh, masyarakat Maluku akan tetap berada di hatinya.

“Panah gurita di ujung tanjong, cari bia di ujung meti. Biar tapisah gunung deng tanjong, orang Maluku selalu di hati,” kata Jokowi yang langsung mengundang tepuk tangan hadirin. (tribun)

5 Lagu ini Bisa Memanggil Hantu, Salah Satunya Pasti Sering Kamu Nyayikan. Ngeri Banget Dah!

Apa Komentar Kamu