Gara Gara Hal Ini Banyak Orang Gila Disiksa dan Dituduh Penculik Anak


Palingseru.com – Penyiksaan terhadap orang-orang gila belakangan ini tengah marak terjadi. Mereka yang tidak mengetahui apa-apa lantas dituduh menculik hingga akhirnya dihakimi oleh warga secara sepihak.

Bukan hanya sekali, namun penyiksaan terhadap mereka yang memiliki gangguan jiwa telah dilakukan beberapa kali.

Bahkan salah satu di antaranya ada yang diperlakukan secara tidak manusiawi. Di mana kaki dan tangannya diikat ke bambu panjang. Kemudian diarak dengan kondisi kepala menjuntai di aspal.

Aksi kekerasan yang dilakukan oleh warga ini marak dengan seiring peredaran informasi mengenai penculikan anak yang meresahkan masyarakat akhir-akhir ini.

Informasi tersebut tersebar di beberapa media sosial dalam bentuk selebaran dari kepolisian daerah Jawa Barat.

Selebaran berlogo Polda Jabar itu berupa teks yang isinya :

PERHATIAN !!!

Waspada ada Penculik Anak-anak yang berumur 1-12 tahun
Bapak-bapak Ibu-ibu Harus Menjaga Anak kita dengan hati-hati

Penculik sedang ada dalam kampung-kampung dan dia menyamar sebagai:
– Penjual
– Om Telolet
– Orang Gila
– Ibu Hamil
– Pengemis
– Dll

Tolong disebarkan
Terima Kasih

Ternyata informasi tersebut adalah hoax. Hal ini disampaikan oleh akun Instagram @cirebonpower_official.

“Jika anda pernah mendapatkan share gambar ini.

Ini bukan merupakan selebaran resmi yang dikeluarkan oleh pihak Kepolisian.

Dalam selebaran ini, tidak ada penulisan wilayah kepolisian mana yang mengeluarkan dan tidak ada tanda tangan serta stempel resminya.

Menurut Polres Cirebon, pihak kepolisian tidak pernah mengeluarkan selebaran seperti ini sama sekali.

Kita harus tetap waspada, namun jangan sampai terprovokasi oleh informasi hoax.

Bijaklah menggunakan media sosial anda,” tulisnya pada keterangan foto sebagaimana dikutip TribunnewsBogor.com.

Hal senada juga disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes (Pol) Yusri Yunus.

“Nggak benar, itu hoax. Masyarakat jangan resah. Saya tegaskan selebaran tersebut hoax,” ungkapnya seperti dikutip detiknews.com.

“Polda Jabar tidak pernah mengeluarkan selebaran seperti itu. Kita kan punya Bhabinkamtibmas yang sosialisasi ke masyarakat,” Yusri menambahkan.

Mengenai maraknya peredaran informasi hoax tersebut, Yusri pun meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dan terprovokasi terhadap kabar atau informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya.

“Masyarakat harus lebih teliti saat mengetahui adanya hal-hal yang bersifat menghasut atau hoax di media sosial,” imbaunya.

More From: Berita Menarik