7 Pos Perbatasan Ini Berubah Jadi Megah di Era Jokowi. Kamu Mau Lihat

Palingseru.com – Bentuk bangunan yang lusuh, usang, sering disepelekan dan berada di sudut terdalam. Inilah beberapa kondisi yang menggambarkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Republik Indonesia.

Namun itu dulu. Pos perbatasan Indonesia kini sudah berubah menjadi sangat megah.

Hal ini tentu saja tak terlepas dari campur tangan Presiden RI Joko Widodo serta jajaran pemerintah. Meski baru menjabat 2 tahun lebih, nyatanya Jokowi sangat memperdulikan kondisi pos perbatasan.

Tak tanggung-tanggung, Jokowi mengeluarkan dana sebesar Rp 943 miliar untuk membangun 7 pos perbatasan. Diantaranya adalah Entikong, Nanga Badau, dan Aruk di Provinsi Kalimantan Barat. Kemudian di Motaain, Motamasin, dan Wini di Provinsi Nusa Tenggara Timur, serta PLBN Skouw di Provinsi Papua.

Penasaran dengan perubahan PLBN yang sekarang?

Berikut ulasannya yang dihimpun dari Detik.com, Sabtu (18/3/2017):

1.PLBN Entikong

Dengan anggaran dana sebanyak Rp 152, 49 miliar, PLBN Entikong yang tampak kumuh dan lusuh akhirnya berhasil disulap menjadi bangunan yang megah dan modern.

Pekerjaan konstruksi PLBN Entikong sendiri dipercayakan kepada PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Proyek ini dikerjakan di atas lahan seluas 80.003 meter persegi, dan rencananya akan dibangun PLBN dengan luas bangunan sekitar 19.493 meter persegi di zona inti, sub inti dan pendukung.

2.PLBN Nanga Badau

Bangunan yang sangat lusuh, serta struktrur bangunan mulai rusak dan cat memudar, itulah kondisi sebenarnya dari Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Barat, ketika belum terjamahi penanganan ulang.

Tapi kini, bangunan PLBN Nanga Badau berubah jauh lebih megah dan indah. Tak hanya itu, pelayanannya kini juga lebih canggih dan modern, tak seperti dulu yang banyak memakan waktu dan membuat repot.

Tak seperti PLBN Entikong, pos perbatasan di Nanga Badau ini jauh lebih memakan banyak dana yakni sebesar Rp 153 miliar.

PLBN yang diresmikan merupakan pembangunan tahap I yakni zona inti PLBN, diatas lahan seluas 8,8 Ha dengan total luas bangunan 7.619 m2.

Adapun bangunan-bangunan yang berada pada zona inti, diantaranya adalah Bangunan Utama PLBN, Pos Lintas Kendaraan Pemeriksaan, Bangunan Pemeriksaan Kargo, Bangunan Utilitas, Monumen, Gerbang Kedatangan dan Keberangkatan, serta Hardscape dan Landscape Kawasan yang diharapkan dapat melayani hingga 360 pelintas per hari sampai dengan tahun 2025.

3.PLBN Aruk

Masih di daerah Kalimantan Barat, tepatnya di Kabupaten Sambas.

Dengan lahan seluas 9,1 Ha dan luas bangunan utama mencapai 4.118 m2, pemerintah berhasil mengubah bangunan PLBN Aruk yang dulu tampak usang menjadi lebih cantik dan modern.

Perombakan PLBN Aruk dikerjakan oleh PT Wijaya Karya sejak tahun 2015 hingga 2016. Dengan kontrak pelaksanaan selama 360 hari pelaksanaan konstruksi dan 720 hari pemeliharaan, konstruksi ini pun memakan biaya sebesar Rp 131, 13 miliar yang dicairkan dalam dua tahun yakni Rp 19,66 miliar (2015) dan Rp 111, 46 miliar (2016).

PLBN itu dilengkapi dengan berbagai fasilitas dari mulai pemeriksaan terpadu, klinik, jembatan timbang, pemindai truk, gudang sita hingga monument lintas batas.

4.PLBN Motaain

Beralih ke wilayah sebelah timur, PLBN Terpadu Motaain di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) pun tak kalah megah.

PLBN yang diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 28 Desember 2016 ini berdiri di tanah luas mencapai 4,62 hektar dan memakan dana sekitar Rp 228,9 miliar.

Bangunan PLBN Motaain meliputi zona inti yang terdiri dari bangunan utama PLBN, gedung pemeriksaan kendaraan dan power house.

Banyak hal-hal unik yang dapat ditemukan dari PLBN Motaain ini. Mulai dari arsitektur atapnya yang berbentuk rumah adat masyarakat Belu, kemudian interior yang didominasi oleh corak tenun khas NTT yang berada di ruangan di dalam gedung utama, dan masih banyak lagi keunikan lainnya.

Namun kemegahan yang terpancar dari PLBN Montaain ini kabarnya belum seberapa. Pasalnya, pada 5 Maret 2019 mendatang, PLBN ini akan dilakukan pembangunan tahap II, yang dipastikan akan menambahkan kesan kemewahan PLBN Motaain.

5.PLBN Motamasin

Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin yang berada di Kabupaten Malaka, NTT yang berbatasn langsung dengan Timor Leste ini sebenarnya sudah berdiri sejak lama. Hanya saja kondisinya saat itu bisa dibilang sangat jauh dari kaya layak untuk dijadikan pos perlintasan di batas negara.

Hingga akhirnya, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan perombakan besar-besaran. Lahan seluas 11,29 hektar itu benar-benar dimanfaarkan untuk mendirikan PLBN yang super megah.

Dan ternyata benar saja, pembangunan yang dipercayakan kepada PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan memakan biaya sekitar Rp 145 miliar itu berubah menjadi pos perlintasan batas negara yang cantik.

6.PLBN Wini

Sama halnya dengan perbatasan lain di Indonesia, pos perbatasan Wini ini juga memiliki kondisi yang memprihatinkan. Tak hanya bangunan yang lusuh dan usang, pelayanan imigrasi di PLBN ini juga dinilai tidak cepat dan merepotkan.

Untuk itu, Presiden Joko Widodo melakukan perombakan pada PLBN Wini dengan tujuan mempermudah semua urusan keimigrasian.

Dengan memberikan dana sebesar Rp 130 miliar, pembangunan tersebut berhasil dikerjakan selama dua tahun. Dan hasilnya tentu saja jauh lebih cantik dari yang sebelumnya.

Tak hanya sekedar cantik, PLBN Wini juga dilengkapi dengan gudang sita berat dan ringan, lapangan penimbunan, utilitas, kennel, check point, monument garuda, gerbang lintas batas negara, parkir tamu negara, hingga helipad.

7.PLBN Skouw

Terakhir, PLBN Skouw yang berada di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua. Pembangunan yang dimulai pada 18 Desember 2015 ini kini telah berubah menjadi bangunan super megah.

Bangunan ini sendiri berdiri di atas lahan dengan luas total mencapai 10.112 meter persegi dengan luas bangunan secara keseluruhan mencapai 7.619 meter persegi yang terbagi dalam beberapa zona.

Pada zona inti, terdapat bangunan utama dengan luas 2.737 meter persegi yang dilengkapi dengan sejumlah fasilitas, meliputi klinik, gudang sita, bangunan jembatan timbang, bangunan X-ray, mobil pengangkut barang, bangunan pelayanan terpadu kedatangan mobil kargo, check point, bangunan utilitas, dan koridor pejalan kaki.

Sementara di zona sub inti yang memiliki luas mencapai 1.191 meter persegi terdapat Wisma Indonesia, mess karyawan, dan gedung serbaguna.

Tak cukup sampai di situ, zona ini juga didukung beberapa fasilitas seperti restoran, pusat ATM, masjid, gereja dan bangunan pos polisi.

5 Lagu ini Bisa Memanggil Hantu, Salah Satunya Pasti Sering Kamu Nyayikan. Ngeri Banget Dah!

Lihat Juga

Apa Komentar Kamu