8 Kisah Sadis Akibat Dipimpin Diktator! Dimutilasi Hingga Dibantai

Palingseru.com – Diktator adalah seorang pemimpin negara yang memerintah secara otoriter atau tirani. Dengan kekuasaan penuhnya itu pula, yang membuat diktator seringkali berbuat semena-mena pada penduduknya.

Maka tidak heran, bila ada ribuan bahkan ratusan nyawa manusia yang melayang dengan berbagai cara yang terbilang sadis dan keji, pada saat dipimpin diktator.

Dan berikut ini adalah beberapa di antara kisah sadis di bawah pimpinan diktator yang pernah tercatat dalam sejarah dunia yang dihimpun dari TribunTravel.com:

1.Kisah wanita Jepang yang dijadikan budak seks

Berbeda jauh dengan kehidupan Jepang yang sekarang, para wanita Negeri Sakura dulu rupanya sangat sengsara.

Mereka dijadikan sebagai budak seks, dan bahkan tak sedikit dari mereka yang diperjual belikan.

Tercatat sekitar 20.000 sampai 400.000 wanita yang pernah menjadi budak seks di zaman Kekaisaran Jepang.

2.Tanah Pembantaian

Beralih ke Kamboja, kisah di negera ini jauh lebih mengerikan dan menyedihkan.

Betapa tidak, diperkirakan sebanyak 2 sampai 3,5 juta manusia yang meninggal.

Semua kerangka manusia tak berdaya ini kemudian disimpan di ladang pembantaian atau yang dikenal Khmer Merah.

3.Rwandan Genocide

Rwandan Genocide adalah pembunuhan massal yang memiliki dampak besar pada sejarah Afrika.

Sedikitnya ada 8.000 orang etnis Tutsi di Rwanda yang tewas pada saat dipimpin oleh Presiden Theodore Sindikubwabo.

4.Unit 731

Unit 731 adalah tempat atau saksi bisu penyiksaan manusia.

Tempat ini juga bisa dibilang sebagai “neraka” di Bumi.

Setiap orang yang masuk ke unit ini, maka akan sulit untuk bisa keluar kembali.

Dan selama berada di unit ini, orang-orang akan disiksa dan dijadikan eksperimen untuk menguji efek granat.

Setelah perang dan Perang Saudara Cina, pemerintah Republik Rakyat China (RRC) akhirnya meresmikan unit 731 sebagai museum.

5.Pembersihan etnis di Myanmar

Ini adalah salah satu krisis pengungsi yang terbesar di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Menurut undang-undang Burma, Rohingya, Shan, dan Kokang tidak termasuk warga asli Myanmar, meskipun mereka telah tinggal di dalam negeri selama ratusan tahun.

Akibatnya, ketiga etnis tersebut diusir keluar dari negara tersebut secara paksa.

6.Pembantaian orang Armenia

Jika pemimpin Myanmar memilih jalan keluar untuk mengusir secara paksa, Armenia justru memakai cara yang amat sadis dalam pembersihan ras.

Yakni dengan cara melakukan pembantai terhadap orang Armenia.

Hal ini berlangsung di Kekaisaran Ottoman 1915-1923 pada kebijaksanaan Menteri Perang Ismail Enver Pasha.

Sedikitnya, 1,5 juta etnis Armenia yang tewas dalam pembantaian ini.

7.Wajib militer paksaan

Perang Saudara China dianggap sebagai satu perang saudara paling brutal dalam sejarah dunia.

Bagaimana tidak, selama periode wajib militer, telah banyak pasukan yang tewas karena tenggelam, kelelahan, dan sesak nafas.

Dan sebagian lainnya disiksa.

Menurut laporan, aksi wajib militer paksa ini dilakukan karena kekalahan Nasionalis dan penerbangan ke Taiwan.

8.Aksi pemotongan tangan

Selama di bawah pimpinan Leopold II, Mobutu Sese Seko, dan Laurent-Desire Kabila, hampir semua penduduknya tidak memiliki tubuh sempurna.

Ini terjadi karena keegoisan para pemimpin yang ingin memajukan ekonomi di negaranya.

Sehingga yang menjadi imbasan kegagalannya adalah penduduk.

Mulai dari menaikkan harga bahan baku, membantai, hingga memutilasi.

5 Lagu ini Bisa Memanggil Hantu, Salah Satunya Pasti Sering Kamu Nyayikan. Ngeri Banget Dah!

Lihat Juga

Apa Komentar Kamu