Kisah Nyata ! Penggali Kubur yang Tiduri Jenazah Seorang Gadis Hingga Seperti Ini

Palingseru.com – Tak ada satupun perbuatan dosa yang tidak mendapatkan hukuman dari Allah SWT. Apalagi perbuatan dosa itu dilakukan pada seorang jenazah, yang sudah tentunya tidak bisa berdaya untuk menghindar apalagi melawan.

Seperti halnya kisah nyata yang akan dibahas kali ini.

Dilansir dari laman merdeka.com, suatu hari Saiyidina Umar Al-Khattab menghadap Rasulullah SAW sambil menangis. Hal ini lantas membuat baginda Rasulullah bingung, beliau pun bertanya “Wahai Umar, apakah yang membuat engkau hingga menangis seperti ini? ”

Umar pun langsung menjawab, ”Ya Rasulullah, ada seorang di muka pintu ini yang yang sudah membakar hatiku.”

”Ya Umar, bawalah ia masuk,” pinta Rasulullah.

Umar pun akhirnya membawa pemuda tersebut masuk ke dalam masih dalam kondisi yang sama, yakni menangis.

Rasulullah bertanya “Apakah yang sudah engkau kerjakan hingga engkau menangis?”

Pemuda itu menjawab “Wahai Rasulullah, saya telah lakukan dosa yang besar! Saya sangat takut pada Allah SWT yang sangat murka kepadaku.”

“Apakah anda mempersekutukan Allah?”

“Tidak Ya Rasulullah.”

“Apakah anda membunuh jiwa yang anda tiada hak membunuhnya? ”

“Tidak Ya Rasulullah.”

“Allah akan mengampunkan dosa anda meskipun sebesar tujuh petala langit dan bumi dan bukit-bukit.”

“Wahai Rasul Allah, saya sudah lakukan dosa yang lebih besar dari langit, bumi dan bukit-bukitnya.”

“Apakah dosamu itu semakin besar dari Al-Kursi?”

“Dosaku lebih besar.” “Apakah dosamu semakin besar dari Arsy?”

“Dosaku semakin besar.”

“Apakah dosamu lebih besar dari maaf Allah?”

“Maafnya lebih besar?”

“Sesungguhnya tidak bisa mengampun dosa besar kecuali Allah yang Maha Besar, yang besar pengampunan-Nya.” Rasulullah bersabda lagi “Katakanlah wahai pemuda, dosa apakah yang sudah engkau lakukan?”

“Saya malu akan memberitahumu, Ya Rasulullah.”

Mendengar pernyataan itu, Rasulullah pun kembali bertanya namun dengan nada tegas dan kuat.

“Beritahu saya apakah dosamu itu?”

Akhirnya, pemuda tersebut berani dan mulai menceritakan perbuatan dosa yang telah ia lakukan.

“Begini Ya Rasulullah, kerjaku yaitu sebagai penggali kubur. Saya sudah lakukan kerja menggali kubur selam 7 tahun.”

“Disuatu hari, saya menggali kubur seorang gadis dari kaum Ansar. Setelah saya menanggalkan kain kafannya, jadi saya tinggalkan ia.”

“Tak jauh saya meninggalkannya, jadi naiklah nafsuku. Oleh kerana tidak bisa menahan nafsu, saya kembali pada mayat itu lantas akupun menyetubuhinya.”

“Setelah saya memuaskan nafsu, jadi saya tinggalkan dia.”

“Belum jauh saya mengedar dari situ, tiba-tiba gadis itu bangun dan berkata, ‘Celaka benar anda wahai pemuda! Bukankah anda berasa malu pada Tuhan yang bakal membalas pada hari pembalasan kelak! Apabila tiba masanya setiap orang yang zalim bakal dituntut oleh yang teraniaya! Kau biarlah saya telanjang serta kau hadapkan saya pada Allah SWT dalam kondisi junub!’ ”

Rasulullah sangat terkejut atas perbuatan yang telah dilakukan pemuda itu. Beliau pun segera bangun dan bersabda “Hai orang yang fasik!, memang layak anda masuk neraka dan keluarlah anda dari sini”

Sejak saat itulah pemuda itu menyesali perbuatannya dan memohon ampun pada Allah hingga 44 hari lamanya.

Saat hari ke-44, ia melihat ke langit sambil berdoa “Ya Allah, Tuhan pada Rasulullah, Nabi Adam dan Udara, bila Engkau sudah mengampunkannu, jadi beritahulah Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Bila tak, jadi kirimkan pada saya api dari langit dan bakarlah saya di dunia ini dan selamatkan saya dari siksa akhirat.”

Selang beberapa hari, turunlah Malaikat Jibril AS menjumpai Rasulullah. Selepas memberikan salam, Malaikat Jibril AS berkata “Wahai Muhammad, Tuhanmu berikan salam padamu.”

Rasulullah menjawab “Dialah Assalam dan daripada-Nya salam dan kepada-Nya semua keselamatan.”

“Allah bertanya, apakah anda yang jadikan makhluk?”

“Dialah Allah yang jadikan segala makhluk.”

“Adakah anda yang memberi rejeki pada makhluk?”

“Dialah Allah yang memberi rejeki pada saya dan makhluk-makhluk yang lain.”

“Apakah anda berikan taubat pada mereka?”

“Dialah Allah yang terima taubat dariku dan mereka.”

“Allah berfirman, maafkanlah hamba-Ku itu kerana Saya sudah memaafkannya.”

Baginda Rasulullah langsung memanggil pemuda itu dan menjelaskan padanya bahwa Allah sudah menerima taubatnya dan memaafkannya.

SubhanAllah.

Jika Allah yang merupakan pencipta dan pemilik semesta alam ini saja bisa memaafkan hamba-Nya meski telah melakukan perbuatan dosa besar sekali pun, lantas kenapa kita yang hanya hamba-Nya tidak bisa memaafkan sesamanya?

5 Lagu ini Bisa Memanggil Hantu, Salah Satunya Pasti Sering Kamu Nyayikan. Ngeri Banget Dah!

Apa Komentar Kamu