Ternyata ini yang dilakukan Bung Karno saat Malam Penculikan Para Jenderal TNI AD

Palingseru.com – Tepat pada tanggal 1 Oktober 2017 kemarin, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila.

Hari tersebut merupakan hari terpenting dan bersejarah bagi Indonesia. Sebab, hari itu merupakan perkabungan nasional akibat terbunuhnya sejumlah perwira TNI yang kemudian dikenal sebagai Pahlawan Revolusi.

Para jenderal TNI diculik oleh Partai Komunis Indonesia (PKI)  pada 30 September 1965 malam, kemudian disiksa dan dibantai dengan kejam.

Mengenai peristiwa berdarah ini, banyak yang bertanya-tanya, “kemana Presiden Soekarno ketika komplotan G30S/PKI menculik para jenderal TNI AD?”

Mengutip Tribunnews.com, hari itu, rupanya Presiden Soekarno sedang menghadiri acara pembukaan Musyawarah Nasional Teknik (Munastek) di Istrora Senayan, Jakarta hingga pukul 23.00 WIB. Setelah itu Bung Karno kembali ke Istana Merdeka dengan dikawali Wakil Komandan Pasukan Pengawal Presiden Tjakrabirawa Kolonel Maulwi Saelan, dan ajudan Bung Karno, Kolonel Bambang Widjanarko.

Namun, ketika jam menunjukkan pukul 01.00, Bung Karno kembali keluar dari Istana Merdeka dan berkendaraan menuju rumah Ratna Sari Dewi Sukarno yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto (sekarang museum Satria Mandala) dengan dikawal Kompol Mangil dan timnya yang berpakaian preman.

Sesampainya di lokasi, Bung Karno dan Dewi kembali melajukan kendaraan secara terpisah (memakai dua kendaraan berbeda) ke Hotel Indonesia untuk menghadiri malam resepsi yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Irak di Jakarta.

Di sisi lain itu, telah terjadi aksi penculikan dan pembunuhan para jenderal.

Peristiwa ini baru diketahui Bung Karno saat mengamankan diri di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma pada 1 Oktober 1965 menjelang tengah hari.

5 Lagu ini Bisa Memanggil Hantu, Salah Satunya Pasti Sering Kamu Nyayikan. Ngeri Banget Dah!

Apa Komentar Kamu