Istri Yang Mandul Ikhlas Suami Gituan dengan Tetangga yang Janda, Saat Anaknya Lahir Hal Mengejutkan Pun Terungkap


Palingseru.com – Mempunyai wajah cantik, kulit putih mulus, body seksi, serta suami yang tampan dan kaya raya, mungkin adalah bagian dari kesempurnaan hidup bagi seorang wanita.

Namun, segala kesempurnaan itu menjadi hancur berantakan, saat seorang wanita mengalami masalah pada kesuburan.

Pasalnya, kondisi tersebut kerap merusak kebahagiaan, bahkan bisa menghantarkan pernikahan pada berakhirnya perceraian.

Yang lebih pahitnya lagi, suami akan tergoda dengan wanita lain.

Seperti yang dialami oleh wanita mandul ini. Karena tidak bisa menghasilkan keturunan, suaminya pun tergoda dengan wanita berstatus janda.

Adapun kisah lengkapnya, sebagai berikut yang dihimpun dari Sripoku.com.

Namaku Tiwi, menikah pada tahun 2007 lalu dan sampai sekarang belum dikaruniai momongan.

Suamiku tidak mempersoalkan hal itu. Kami jalani cobaan ini sampai suatu saat suamiku dijebak seorang janda.

Suamiku rajin sekali berolahraga, hobinya adalah fitnes.

Dia fitnes di gym dekat rumah kami. Di tempat gym itu kasirnya adalah seorang janda beranak satu, sebut saja namanya Riri.

via: tribunnews.com

Ilustrasi

Setiap hari minggu suamiku suka nonton even body contest.

Ketika aku nonton body contest bersama suamiku di GOR Jakarta Timur, itu lah kali pertama kali aku ketemu Riri, firasat sudah jelek terhadapnya.

Riri adalah janda muda yang cantik, di tempat fitnes banyak laki-laki yang mengejarnya.

Setahu aku Riri dan suamiku tidak mempunyai kedekatan yang spesial.

Suamiku hanya menyukai anak Riri, namanya Dara, seorang gadis kecil yang cantik dan pintar.

Dara adalah gadis kecil yang kurang perhatian dari orangtuanya.

Karena setiap malam Riri suka keluyuran sampai larut malam dan Dara hanya dititip di rumah neneknya.

Bahkan bapaknya pun tak pernah menafkahinya.

Suamiku punya teman, namanya Rusli. Rumah Rusli dekat dengan Riri.

Tepatnya Riri dan orangtuanya mengontrak di rumah Rusli.

Setiap kali suamiku main ke tempat Rusli, suamiku suka membawakan oleh-oleh buat Dara dan memberinya uang jajan.

Dari situlah aku menilai kebaikan suamiku dimanfaatkan oleh Riri.

Karena suamiku suka sama Dara, Riri pun berusaha untuk menggoda suamiku.

Dia suka mengajak jalan-jalan suamiku dengan alasan Dara ingin jalan-jalan.

Tanpa sepengetahuanku mereka pun suka jalan jalan sore.

Pada hari Minggu ada acara nonton body contest di Senayan. Suamiku dan teman-temannya pergi menggunakan motor.

Suamiku dipaksa untuk membonceng Riri untuk pergi ke kontes itu.

Walau pun suamiku sudah menolak tapi teman-temannya yang lain memaksa membonceng Riri.

Dari situlah suamiku agak dekat dengan Riri.

Pada suatu sore Riri mengajak jalan suamiku, katanya ingin curhat tentang pacarnya.

Mereka berdua pun jalan dan nongkrong di bukit Kalimalang.

Suamiku bertanya sama Riri, “Ngobrol enaknya di mana ya?”

Dari situ Riri menjebak suamiku. Riri membawa suamiku ke sebuah hotel di kawasan Jati Negara.

Suamiku hanya bengong karena seumur-umur belum pernah masuk hotel.

Suamiku pun dibodoh-bodohin sama Riri karena tidak tahu prosedur masuk hotel.

Sampai di dalam hotel mereka hanya mainin HP untuk beberapa waktu.

Sesudah agak lama, Riri berkata, “Memang di hotel cuma mau maen HP.”

Lantas setan apa yang merasuki suamiku, akhirnya hubungan itu pun terjadi.

Dalam melakukan hubungan suamiku mengaku dia tidak menikmatinya.

Perasaan suami hanyalah ketakutan saja. Takut digerebek polisi dan setelah selesai melakukannya, suamiku malah menanyakan tarifnya.

Dan Riri meminta Rp 300 ribu untuk sekali kencan.

Dan selang beberapa hari, suamiku masih penasaran terhadap Riri, apa sebenarnya Riri itu adalah seorang PSK?

Suamiku mengajaknya untuk chcek in lagi dan suamiku kembali membayarnya dengan tarif yang sama.

Tidak lama kemudian, Riri mencari suamiku, dan dia meminta tanggung jawab karena Riri mengaku hamil.

Singkat cerita akhirnya suamiku terpaksa bertanggung jawab. Dan Riri hanya minta agar bayinya digugurkan saja.

Tapi pada kenyataannya Riri tidak mau diantar ke dokter. Katanya dia takut.

Riri minta uang Rp 3 juta untuk membeli obat untuk menggugurkan kandungannya.

Namun, uang itu justru dipakai untuk foya-foya.

Kejadian selanjutnya berlalu, Riri melahirkan.

Tapi, kenapa sampai saat ini rasa sakit hatiku tak pernah hilang?

Seolah kebahagiaanku telah direnggut olehnya.

Rasa sakit hatiku ketika suami mengkhianatiku, meski aku tahu suamiku hanya dijebak.

Suamiku yang dituntut selama hampir 7 bulan seolah-olah suamiku itu miliknya.

“Sakit hati karena ingin menyingkirkanku dari dunia ini, sampai saat ini pun luka hatiku belum sembuh,” ungkap Tiwi seperti yang diceritakan kepada ceritacurhat.com.

Dan aku pun ingin belajar untuk bangkit dari keterpurukan ini.

Aku tahu suamiku juga pasti merasakan sakit hati yang amat dalam.

Maaf Riri sampai saat ini aku masih sangat sangat membencimu, entah sampai kapan kebencian ini akan hilang.

via: tribunnews.com

Ilustrasi

More From: Berita Menarik