Heli Polisi yang Digunakan untuk Pernikahan ini sempat jadi Viral, Ternyata disewa dengan Biaya Segini


via: today.line.me

Palingseru.com – Beberapa hari ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan viralnya video pasangan pengantin warga sipil yang berkeliling dengan helikopter milik Polri di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Sejak diunggah ke laman media sosial, video itu langsung tuai pro dan kontra. Banyak warganet yang mengecam aksi yang dinilai tak pantas itu. Pasalnya, heli jenis Bolcow tersebut adalah aset negara yang tak boleh digunakan oleh sembarang orang.

Sejak adanya suara protes masyarakat, Polda Sumatera Utara pun langsung membentuk tim untuk menyelidiki dugaan penyalagunaan fasilitas Polri.

Berdasarkan dari hasil penyelidikan sementara, yang dihimpun dari today.line.me, pihak keluarga mempelai pria awalnya menghubungi broker untuk mencarikan helikopter komersil. Namun saat mendekati hari H penyelenggaraan resepsi, helikopter itu rusak. Pihak keluarga kemudian menuntut broker untuk tetap menyediakan heli karena sebelumnya sudah menyerahkan uang sebesar Rp 120 juta.

Broker yang disebut-sebut bertugas sebagai Ground Handling di Bandara Kualanamu itu kemudian menghubungi seseorang berinisial A. Kemudian A menghubungi co-pilot.

“Pada saat disampaikan kepada pilotnya ada kejadian seperti itu, co-pilot bertanya, kira-kira pilot mau bantu enggak. Pilot memutuskan mau membantu,” ungkap Wakapolda Sumut, Brigjen Agus Andrianto, Senin (5/3/2018).

Helikopter itu dipiloti oleh Iptu Togu bersama co-pilot Iptu Wiwit Budianto. Keduanya merupakan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Bagian Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Mabes Polri.

“Pihak Polda Sumatera Utara maupun Polri secara keseluruhan, tidak terlibat dalam penyewaan itu. Saat heli itu berangkat dari Medan, Kepala Biro Operasi Polda Sumut sempat menghubungi pilot. Namun pilot sama sekali tidak memberikan jawaban,” jelas Wakapolda.

“Jadi, ini adalah tanggung jawab pribadi dari yang bersangkutan. Saat ini begitu terbuka, tidak akan mau anggota dijadikan korban begitu saja. Kalau memang ada perintah, pasti anggota akan menyampaikan ada perintah. Kalau tidak ada perintah, maka dia bertanggung jawab secara pribadi,” sambungnya.

More From: Berita Menarik