Utang Sudah Menumpuk Hingga Rp 60 Juta dan Tak Kunjung Dilunasi, Pemilik Rumah Makan Nekat Gembok Kantor Satpol PP


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Sebuah kejadian aneh terjadi di Pidie Jaya, Aceh. Ya, jika selama ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang melakukan tindakan kepada pedagang, maka kali ini seorang pedagang nasi yang justru bertindak pada Satpol PP.

Tak main-main, pedagang nasi tersebut mensegel kantor Satpol PP. Hal tersebut dilakukan bukan tanpa sebab.

Seperti dikutip TribunnewsBogor.com, Satpol PP Pidie Jaya dan Wilayatul Hisbah (WH) telah berhutang kepada Muhammad Yuki, pemilik Rumah Makan (RM) Yuki Kecamatan Meureudu hingga senilai Rp 60.653.000.

Hutang itu terhitung tak dibayar sejak tahun 2016 hingga sekarang.

“Karena hutang tak kunjung dibayar saya berhak menggembok pintu kantor Satpol PP dan WH sejak Selasa (6/3/2018)” kata Yuki.

“Semua hutang dari Satpol PP dan WH Pijay memiliki tanda bukti kwitansi resmi atau sah,” lanjutnya.

Yuki mengaku sebelumnya sudah pernah membicarakan permasalahan ini dengan baik-baik kepada Kasatpol PP dan WH, M Thaib.

Tapi ia tak juga diberikan titik terang.

Padahal di samping itu, Yuki harus tetap mengatur keuangan dagangannya agar tak terancam gulung tikar, dan juga menafkahi keluarganya.

Belakangan, Kepala Satpol PP-WH Pijay, M Thaib mengungkapkan jika pihaknya dalam waktu dekat segera melunasi semua hutang tersebut.

“Dalam waktu dekat ini segera kami selesaikan,” kata ia singkat.

More From: Berita Menarik