Video Seorang Bocah yang dikasi Makan Kecebong Hidup ini jadi Viral, Dokter Beri Peringatan


via: today.line.me

Palingseru.com – Seperti Indonesia, China juga memiliki banyak praktek pengobatan tradisional untuk penyembuhan.

Namun sebagiannya bersifat tak wajar, karena dapat melukai bahkan mengancam nyawa seseorang yang melakukannya.

Seperti contohnya memasukkan belut melalui anus.

Bagi masyarakat China, memasukkan belut lewat anus dipercaya dapat mengobati penyakit sembelit.

Tapi faktanya, orang-orang yang melakukannya malah nyaris kehilangan nyawanya karena belut tersebut bersarang dan memakan sebagian organ di dalam tubuh mereka.

Belakangan, seorang ibu menyuapkan kecebong hidup-hidup dari semangkuk air ke mulut seorang balita.

Video tersebut langsung menjadi viral, dan dikecam oleh warganet.

Bahkan sampai-sampai salah seorang warganet menulis komentar seperti ini, “Orang dewasa ini tidak punya otak.”

Cara itu sendiri dipercayai dapat mendetoksifikasi luka atau bisul, laporan salah satu buku herbologi China, “The Compendium of Materia Medica”, sebuah buku yang ditulis oleh dokter dan ahli herbal Li Shizhen selama Dinasti Ming pada 1500-an, melansir today.line.me.

Mengenai praktek ini, Dr Pei, seorang dokter anak di China angkat suara.

Menurutnya, praktek tersebut justru dapat menyebabkan luka pada anak-anak.

“Makan kecebong hidup seperti itu, bahkan anak-anak tanpa luka pun bisa mendapatkan luka, karena mereka bisa terkena infeksi dari kuman pada tubuh kecebong,” katanya.

Dia juga membagikan foto infeksi parasit yang pernah ditemukannya di perut anak, di ruang operasi.

“Ini bisa berasal dari makan kecebong mentah, katak, ular,” ucapnya.

Sementara itu, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal “Infectious Diseases Of Poverty” tahun lalu, menunjukkan bahwa dalam tubuh kecebong terdapat sparganosis atau sejenis infeksi parasit.

“Survei kami menunjukkan bahwa 11,93 persen kecebong di provinsi Henan terinfeksi dengan plerocercoids (larva infektif dalam bentuk cacing pita).”

“Makan kecebong hidup memiliki risiko tinggi untuk infeksi sparganosis. Pendidikan kesehatan masyarakat yang komprehensif harus dilakukan untuk orang-orang di daerah endemik dan kebiasaan buruk makan kecebong hidup harus dilarang,” demikian tulis dalam jurnal tersebut.

More From: Berita Menarik