Gaya Hidup Cowok ini jadi Viral, Percaya Gak Ia hanya butuh Uang Rp 100 Ribu aja untuk Makan Setahun, Gini nih caranya!


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Selama satu tahun hanya menghabiskan uang RP 100 ribu untuk biaya hidup?

Ini tentu saja suatu hal yang amat mustahil.

Dalam sehari saja, masyarakat Indonesia bisa menghabiskan uang hingga puluhan ribu.

Apalagi untuk Daniel Tay yang hidup di Singapura, negeri yang terkenal dengan biaya hidup mahal.

Lalu, bagaimana cara Daniel bisa membeli persediaan makanan untuk satu tahun penuh dengan uang Rp 100 ribu?

Seperti dilansir TribunStyle.com, Daniel merupakan penganut ‘freegans’. Freeganism menurut beberapa pengertian yang agak filosofis diartikan sebagai kesederhanaan hidup.

Dalam praksisnya, para penganut freegans ini bisa membuat orang heran dan seringkali merasa jijik.

Pasalnya, mereka mengkonsumsi makanan yang telah dibuang atau istilahnya makanan bekas, entah itu dari orang-orang atau dari tempat sampah.

“Freegan adalah orang yang menghabiskan uang dengan sangat bijak dan irit.”

“Kelompok ini mencoba mendapatkan semuanya secara gratis,” jelas Daniel.

Ya, sepanjang tahun 2017 lalu, Daniel tidak pernah mengeluarkan duit sepeser pun untuk kebutuhan makanannya.

Ia hanya akan mengeluarkan duit untuk membayar tagihan, investasi, dan hipotek.

Semua itu dilakukannya bukan semata-mata untuk berhemat, melainkan melindungi lingkungan dan mengurangi limbah, yang merupakan tujuan utama dari praktek freegans.

Dan tetangga-tetangga Daniel merasa sangat berterima kasih dengannya, karena menyelamatkan mereka dari pemborosan.

Sebab, mereka selalu dengan senang hati memberinya makanan yang seharusnya mereka buang.

Para tetangga akan menaruh langsung makanan yang tidak mereka inginkan di depan pintu rumah Daniel setiap hari.

via: tribunnews.com

“Kebiasaan itu belum berhenti sampai sekarang,” katanya.

“Saya bangun untuk makan di luar pintu saya setiap pagi.”

Praktek freegans yang dijalani Daniel selama dua tahun telah memberikannya banyak dampak baik.

Karena selain hubungannya dengan para tetangganya menjadi dekat, ia juga dapat beramal dengan menyumbangkan sebagian makanan bekas dari para tetangga ke dapur sup lokal untuk membuat makanan gratis bagi mereka yang bersedia.

via: tribunnews.com

“Orang menjadi fregans karena tiga alasan: mereka ingin menghemat uang, mereka ingin menyelamatkan orang lain atau mereka ingin menyelamatkan bumi,” tuturnya.

More From: Berita Menarik