Hati Hati! ISIS Pilih Orang Indonesia Karena Memiliki Jiwa Seperti ini. Jangan Sampai Kamu Tergoda!


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Kasus pengeboman kini menjadi momok tersendiri bagi masyarakat Tanah Air. Betapa tidak, sejauh ini sudah ada beberapa tempat yang menjadi sasarannya.

Hal ini pun membuat pemerintah dan aparat lebih ekstra waspada, dengan mengerahkan personil aparat untuk berjaga-jaga di tempat-tempat ibadah maupun di tempat-tempat umum lainnya.

Mengenai tragedi bom ini, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan, bahwa aksi teror yang terjadi di Indonesia karena ‘perintah’ dari ISIS yang saat ini terdesak.

“Teror bom merupakan aksi yang diminta ISIS yang saat ini terdesak. Tak hanya Indonesia beberapa negara juga telah terjadi pemboman,” ungkap Kapolri di Polda Jawa Timur, Senin (14/5/2018). Demikian mengutip TribunJogja.com.

Sementara terkait hal kenapa ISIS memilih orang Indonesia, karena ISIS meyakini bahwa orang Indonesia memiliki jiwa tangguh dalam berjuang/berperang (militansi) yang tinggi sehingga akan mudah diajak untuk berafiliasi.

“Seperti ISIS, dengan berbagai macam cara, tujuannya untuk mewujudkan kekhalifahan,” kata pengamat intelijen Wawan Purwanto.

Selain itu, lanjut Wawan, ada yang memberikan pembiayaan baik dari dalam ataupun luar.

Oleh karenanya, langkah ISIS semakin dipermudahkan untuk merekrut anggota barunya di Indonesia.

Untuk merekrut anggota di Indonesia, analis Pusat Perlawanan Teroris Tentara AS (CTC) Aaron F Brantly menjelaskan, ISIS menggunakan metode canggih, yakni melalui jaringan teknologi dan menggunakan komunikasi terenskripsi.

ISIS juga menyediakan layakanan khusus dukungan informasi bagi pengguna komputer. Menurut Brantly, pusat layanan yang beroperasi selama 24 jam itu didukung dengan enam operasi. Layanan itu akan merekrut pelatihan dalam menggunakan platform messaging untuk menghindari operasi intelijen.

“Mereka telah mengembangkan serangkaian platform berbeda sehingga mereka bisa melatih satu sama lain untuk tujuan rekrutmen tersembunyi, proganda, dan perencanaan operasi,” Branty menjelaskan.

More From: Berita Menarik