Foto Tentara Israel ini Jadi Viral dan dituduh sebagai Orang yang Membunuh Razan Najjar. Begini Klarifikasi dari Dirinya!


via: today.line.me

Palingseru.com – Kematian Razan al-Najjar, paramedis relawan di Palestina masih terus didalami hingga saat ini.

Seperti diketahui, Najjar tewas ditembak oleh sniper Israel saat dia tengah menolong pengunjuk rasa yang terluka.

Najjar yang tak dilengkapi dengan peralatan perang dan senjata saat itu dikabarkan sudah melambaikan tangannya, namun ‘tanda’ tersebut tak diindahkan.

Akhirnya, ia harus gugur dalam tugasnya.

Di tengah memanasnya kasus ini, para pengguna media sosial justru dikejut dan dihebohkan dengan postingan akun Instagram @palestine_freedom_project.

Dalam unggahan tersebut, dijelaskan bahwa yang telah menembak Najjar adalah seorang wanita bernama Rebecca.

via: today.line.me

Sontak saja, unggahan tersebut memancing emosi para netter.

Bahkan tak sedikit netter yang mengirimkan ancaman kepada Rebecca di media sosialnya.

Terkait tudingan tersebut, Rebecca pun membantahnya dengan keras.

Seperti dikutip today.line.me, kepada The Times of Israel, Minggu (3/6/2018), Rebecca menjelaskan bahwa dirinya dibebaskan dari tentara sekitar dua setengah tahun yang lalu, dan ia tak pernah menjadi sniper ketika dia berada di Israel Defense Forces (IDF).

Ia justru akan menjadi guru bahasa Inggris untuk pencari suaka Afrika.

Rebecca pun syok dan turut kecewa atas tudingan yang dialamatkan kepadanya. Karena ia bukan hanya jadi sasaran para netter, namun ia juga mendapat ancaman.

Saya sedih karena teman-teman dan keluarga saya telah terancam dan di dunia media sosial, tidak ada cara untuk melindungi diri Anda dari menjadi korban ancaman dan kebohongan”

“Saya tidak politis, tetapi saya melakukan apa yang dapat saya lakukan untuk mengetahui semua‘ narasi, ’dan propaganda semacam ini hanya menghambat setiap peluang untuk perdamaian,”

Aku tidak pernah tahu betapa buruknya itu.”

Rebecca bahkan sampai membuat video klarifikasi soal kabar hoax yang menyerang dirinya.

Dalam video tersebut, Rebecca mengatakan bahwa postingan di “Freedom for gaza” telah “menyebabkan ratusan pesan kebencian dan ancaman pembunuhan terhadap hidup saya dan kehidupan teman saya.”

More From: Berita Menarik