Kisah Guru yang Dipecat karena Berbeda Pilihan di Pilkada ini jadi Viral. Gini nih Tanggapan dari Pihak Sekolah


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Pilkada yang digelar serentak di 171 daerah di Indonesia pada Rabu (27/6/2018) ternyata banyak meninggalkan beragam kejadian. Salah satunya kejadian memperihantinkan di Bekasi.

Kisah ini dibagikan oleh pemilik akun bernama Andriyanto Putra Valroa, yang merupakan suami dari seorang guru yang disebut telah dipecat hanya karena memilih pilihan lain saat Pilkada.

Yang lebih ironisnya, istrinya yang bernama Robiatul Alawiyah (28) diberhentikan secara tidak hormat lewat grup WhatsApp.

Dijelaskan oleh Andriyanto dalam postingannya, bahwa sang istri tidak mau mengikuti arahan pihak yayasan untuk memilih salah satu pasangan calon Gubernur Jawa Barat dan calon Wali Kota Bekasi.

Andriyanto menyebut, istrinya lebih memilih Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum untuk Pilgub Jawa Barat. Sementara pada Piwalkot Bekasi dia menjatuhkan pilihan pada pasangan Rahmat Effendi-Tri Adhianto Tjahyono.

Adapun postingan lengkapnya, sebagai berikut:

SEORANG GURU SDIT DARUL MAZA BEKASI DIBERHENTIKAN DENGAN TIDAK HORMAT HANYA LEWAT WA GROUP KARENA MEMILIH PASANGAN RIDWAN KAMIL DAN UU UNTUK JABAR 1

Assalamualaikum warahmatullahi Wabarokatuh

Pilkada Gubernur Jabar dan Wali Kota Bekasi telah usai.

Kami ucapkan selamat kepada Bapak Ridwan Kamil dan Bapak Uu, sebagai pemenang dalam Pilgub Jabar. Dan kami juga ucapkan selamat kepada Bang Pepen dan Mas Tri sebagai pemenang di Pilkada Kota Bekasi.

Pilkada hari kemarin, adalah hari yg tidak akan pernah saya lupakan dalam HIDUP, dan saya nyatakan Alhamdulilah tidak salah pilih berada pada poros RINDU dan Pepen+Tri.

Kenapa tidak bisa saya lupakan, karena perbedaan pilihan membuat ISTRI saya dipecat secara tidak hormat di SDIT DARUL MAZA Bekasi hanya dengan cara diberhentikan lewat WA GROUP karena ikut memilih Ridwan Kamil dan UU untuk Jabar 1 beserta Pepen Tri untuk Kota Bekasi yang menurut mereka bersebrangan dengan pilihan mereka, atau visi misi Yayasan Darun najaat Maza.

Sungguh sebuah penghinaan bagi kami, seorang Guru SDIT diberhentikan karena masalah Beda Pilihan dalam PILKADA, miris, dunia Pendidikan dicampurtangankan oleh kepentingan POLITIK oleh oknum yg tidak bertanggungjawab.

Ya Allah…. Semoga ini jalan terbaik bagi kami, terbebas dari orang-orang zalim.

Wassalamu’alaikum.”

Dan berikut ini screenshoot percakapan Robiatul Alawiyah dengan seorang guru:

via: tribunnews.com
via: tribunnews.com
via: tribunnews.com
via: tribunnews.com

Netizen yang melihat postingan ini pun langsung memberikan tanggapan.

Begitu pun pihak sekolah SDIT Darul Maza Bekasi.

Setelah postingan tersebut jadi viral dan jadi perbincangan, pihak sekolah langsung memberikan klarifikasi.

Tri, salah satu guru SDIT Darul Maza Bekasi menuturkan bahwa itu hanyalah kesalahpahaman masalah pimpinan dan bawahan, tidak ada masalah yang lain.

“Jadi sampai saat ini dengan lapang dada para pimpinan kami sepakat untuk menyelesaikan secara kekeluargaan, tadi pagi Alhamdulilah semua sudah memutuskan bahwa semua ini sudah tidak akan ada lagi masalah, sudah meminta maaf kedua belah pihak jadi kita anggap semua sudah selesai,” tuturnya, dikutip dari TribunStyle.com.

Tri juga menekankan bahwa pihak sekolah tidak pernah mengarahkan untuk memilih salah satu pasangan calon saat Pilkada pada Rabu 27 Juni 2018.

“Kita tidak ada arahan, maksudnya tidak ada paksaan memilih hanya memang itu semua kembali lagi ke diri kita mau pilih apa kalau memang kita mau pilih nomor 1, 2, 3, atau 4 itu sudah hak kita tidak ada yang diharuskan dan dipaksakan untuk memilih,” katanya.

Ia juga menambahkan tidak ada kata pemecatan atau dikeluarkan.

“Tidak ada niatan seperti itu, mungkin karena kita memang sedang menghadapi abis ujian, banyak event-event sebelumnya di sekolah kemudian baru pulang kampung juga mungkin semuanya jadi dalam kondisi lelah ada salah ucap ada salah kata itu wajar-wajar saja semua orang bisa dalam posisi seperti itu dan itu tidak ada rencana atau kata terucap sebuah keputusan yang sepihak gak ada sebenarnya,” tegasnya.

Selanjutnya, ia mengatakan pihak yayasan sudah menyambangi rumah Robiatul Alawiyah untuk meminta maaf atas kesalahpahaman yang telah terjadi.

Hal tersebut dibenarkan oleh Robiatul Alawiyah. Ia menuturkan bahwa pihak sekolah telah datang meminta maaf dan permasalahan tersebut sudah selesai.

“Tadi pagi dari pihak yayasan sudah ada yang datang ke rumah saya, mereka sudah mengakui bahwa itu kelalaian dari mereka, mereka sudah minta maaf, mereka mengakui bahwa mereka salah, dan dari pihak kami pun dari keluarga besar saya, dari saya pribadi pun sudah memaafkan hal tersebut,” ujarnya.

“Kita sudah islah kita sudah damai, dan saya berharap masalah ini tidak menimbulkan masalah yang baru. Kita sudah berdamai kita sudah baik-baik saja,” Robiatul menambahkan.

More From: Berita Menarik