Gini Nih 5 Fakta Yuliana, Juara Dunia Silat yang Pulang Cuman Bawa Piala dan Medali


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Satu per satu atlet Indonesia kini terungkap kehidupannya. Namun mirisnya, nasib mereka tak sejaya Lalu Muhammad Zohri yang viral dan jadi sorotan pemerintah maupun media usai meraih medali.

Ya, meski keluar sebagai juara dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional, tapi mereka tak mendapatkan hadiah istimewa, seperti yang diterima Zohri.

Atlet yang dimaksud adalah Fauzan Noor, juara dunia karate tradisional (ITKF/International Traditional Karate Federation) di Praha, Republik Ceko, awal 2018 lalu.

Kemudian, Raiden Raga, atlet muda dari tim BMX Indonesia yang berhasil meraih juara 1 kelas challenge di BMX Asia Championship Thailand 2018 pada pekan lalu. Ia tak mendapat dukungan dari pemerintah maupun Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI).

Dan yang terbaru, Yuliana, atlet asal Dusun Trajon, Desa Montong Are, Kecamatan Kediri, Lombok Barat.

Yuli, sapaan akrabnya, merupakan seorang pesilat didikan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP). Tiga bulan lalu, ia telah mencatat prestasi baru bagi Indonesia. Tapi kemenangannya tak terdengar dan te se-viral Zohri.

Adapun fakta tentang Yuli, berikut informasinya dihimpun dari TribunStyle.com.

1.Jadi Juara Dunia di Usia Muda

Sejak tergabung dalam dunia silat, Yuli telah berhasil mencatat segudang prestasi. Dan di usianya 17 tahun saat ini, ia sudah menjadi juara dunia Pencak Silat Junior 2018 di Songkhla, Thailand, pada April lalu.

“Juara dunia yang mengibarkan bendera Merah Putih itu kan Yuliana dulu, baru Zohri. Hebatnya dia, dia tak banyak menuntut. Dia selalu mengatakan rezeki tidak akan tertukar,” kata Salabi, Pelatih PPLP khusus Pencak Silat.

“Miris bagi saya nasibnya Yuliana. Saya bangga padanya, kalau dilihat kondisi kehidupan Yuliana, tak jauh berbeda dengan Zohri,” lanjut Salabi.

2.Atlet yang Cerdas

Salabi mengungkapkan bahwa Yuli adalah sosok atlet yang cerdas, punya kemauan dan semangat yang tinggi serta cepat menangkap.

“Pada event-event yang levelnya tingkat nasional dia tak perlu seorang pendamping. Jadi bisa membaca permainan lawan. Dia sangat cepat dan itu yang membuat dia bisa berhasil dan sangat disiplin,” tuturnya.

3.Motivasi Yuliana

Dalam berlaga, Yuli mengaku termotivasi pesilat kebanggan NTB.

“Saya ini sangat termotivasi dengan Mbak Maryati, sang juara dunia, pesilat kebangggan NTB, yang selalu menang di PON, SEA Games. Saya ingin seperti dia, bisa kibarkan Merah Putih di negara orang. Saya ingin rasakan itu dan tercapai di Thailand. Saya sangat bangga dan senang sekali,” kata Yuli sambil mengepalkan tangannya ke dada.

4.Dikira Bawa Banyak Uang

Kemenangannya di kejuaraan dunia membuat para tetangganya mengira kalau Yuli membawa uang banyak. Namun faktanya, ia tak membawa uang sepeser pun, selain piala, piagam dan medali.

“Mereka tidak tahu saya tidak mendapatkan apa-apa. Mereka tahunya saya bawa hadiah uang yang banyak, tetapi saya tetap yakin, bukan itu tujuan utama saya,” kata siswi SMAN 2 Mataram tersebut.

5.Bonus yang Diterima

Meski tak membawa pulang sejumlah uang, tapi Yuli mendapat hadiah dari Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang Zainul Majdi.

“Dapat bonus dari Pak Gubernur NTB waktu pulang dari Thailand, Rp7,5 juta. Gubernur langsung yang kasih di Kantor Gubernur dan dipesankan terus berlatih,” ungkapnya.

Yuli membantah menerima bonus lain, selain uang tersebut.

More From: Berita Menarik