Ayah ini Temukan Anaknya Tertusuk Pisau di Dekat Cuci Piring, Siapa sangka Ternyata Dia Sendiri Dalang Pelakunya


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Hari Senin (13/8/2018) lalu menjadi hari buruk dan paling mengerikan bagi sebuah keluarga di Desa Sendangan, Kakas, Minahasa.

Pasalnya, di hari tersebut, putra mereka yang bernama Daud Solambela (7) tewas terbunuh.

via: tribunnews.com

Bocah malang itu ditemukan tewas dengan kondisi perut tertusuk pisau di bawah tempat piring di rumahnya.

Ayahnya, Ventje Solambela adalah orang pertama yang menemukan anaknya.

Ia langsung bergegas keluar rumah untuk meminta tolong pada tetangga.

“Saat itu saya pulang dari ibadah duka, mau lanjut ibadah kaum bapa, jadi saya pulang, tampak pintu terbuka sedikit, saya berjalan menuju ke belakang dan tampaklah anak saya sudah tergeletak dengan tubuh berdarah,” terang Ventje.

Ventje mengaku bahwa saat itu putranya hanya sendiri di rumah. Istrinya sedang berada di kaum ibu, sementara kakaknya tengah berlatih Paskibraka menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia.

Ventje meyakini bahwa putranya tewas dibunuh perampok yang masuk ke rumahnya. Ia juga mengaku kehilangan uang sebanyak Rp 200 ribu di rumah.

Ia dan istrinya meminta agar pelaku segera ditangkap.

Atas berbagai kejanggalan tersebut, akhirnya dilakukan autopsi.

“Berdasarkan fakta penyidikan dan ditemukan alat bukti berupa hasil visum dan keterangan saksi dan pengakuan pelaku. Kami dari kepolisian Polres Minahasa menetapkan satu tersnagka dengan nama Ventje Sontje Solambela alias Camsu,” ungkap Kapolres Minahasa, AKBP Christ Pusung.

Ya, ternyata pelaku sesungguhnya adalah ayah korban sendiri, yakni Ventje.

Ia sengaja membuat alibi agar dirinya terbebas dari jeratan hukum. Namun seperti kata pepatah, bahwa sepandai-pandainya menyimpan bangkai pasti tercium juga. Dia lalu ditangkap polisi.

via: tribunnews.com

Kepada polisi, pelaku mengaku bahwa dirinya saat itu tersulut emosi karena korban pulang bermain sudah sore hari.

“Jamsu (Ventje) langsung mendorong anaknya dengan tangan kiri, sehingga terlempar, jatuh dan terbentur di tembok,” kata Kapolres.

Pelaku kemudian mengambil pisau di atas meja lalu mengangkat kaus korban dan menusuk perutnya sebanyak dua kali.

“Membiarkan pisau tertancap di perut, kemudian tersangka menggendong anaknya keluar rumah sambil berteriak minta tolong,” lanjut Kapolres.

“Dia melakukan penusukan untuk melakukan alibi baru. Bahwa anak ini mati dibunuh pelaku pencurian.”

Kini, Ventje pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia dijerat Pasal 80 ayat 3 dan 4, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman pidana paling lama 15 tahun dan denda Rp 3 miliar ditambah 1/3 bila dilakukan,” tutup Christ Pusung. Demikian mengutip TribunJatim.com, Jumat (17/8).

More From: Berita Menarik