Suka Minum Sariwangi Sekarang Perusahannya Bangkrut, Gini Nih 5 Fakta Menariknya. Sudah Pinjam Uang Rp 1 Triliun


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Indonesia merupakan salah satu negara yang menjunjung tinggi budaya minum kopi dan teh. Tak heran jika semakin ke sini, banyak perusahaan yang meluncurkan produk kopi dan teh berkualitas dalam kemasan praktis alias sachet.

Tapi secara mengejutkan, baru-baru ini beredar kabar jika salah satu perusahaan teh terbesar di Indonesia yang sudah berdiri puluhan tahun telah gulung tikar. Adapun perusahaan yang dimaksud adalah PT Sariwangi Agricultural Estate Agency.

Dibalik itu, terungkap 5 fakta bangkrutnya perusahaan teh Sariwangi, berikut informasinya dihimpun dari Tribunnews.com.

1.Diakuisisi Unilever

Perusahaan teh yang berdiri sejak 1962 ini merupakan perusahaan teh pertama yang memperkenalkan revolusi minum teh lewat produk teh celup.

Sejak diluncurkan, produk teh ini sukses luar biasa, hingga akhirnya pada tahun 1989, produk ini diakuisisi oleh Unilever.

Meski mengakuisisi produk Teh Celup Sariwangi, dalam rilisnya, Unilever menekankan bahwa PT Sariwangi Agricultural Estate Agency bukanlah perusahaan milik mereka. Dengan kata lain hanya menjadi rekan usaha, dan saat ini sudah tidak terlibat kerjasama lagi.

2.Investasi Gagal

PT Sariwangi Agricultural Estate Agency kemudian mencoba berinvestasi di penggunaan teknologi untuk meningkatkan produksi perkebunan, dengan cara mengembangkan sistem drainase atau teknologi penyiraman air.

Sayangnya, meski telah menggelontorkan uang banyak, hasil yang diharapkan jauh dari ekspektasi. Alhasil, perusahaan ini terlilit hutang.

3.Utang Rp 1,5 Triliun

Tak main-main, nominal hutang yang dimiliki perusahaan yang berpusat di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat ini mencapai Rp 1,5 triliun.

Tercatat, ada lima bank yang mulai mengajukan tagihan pada tahun 2015, diantaranya PT Bank ICBC Indonesia, PT Bank Rabobank International Indonesia, PT Bank Panin Indonesia Tbk, PT Bank Commonwealth, dan PT HSBC Indonesia.

4.Memohon Perdamaian

Ketika harus dihadapi tagihan, pihak perusahaan Sariwangi mencoba mengajukan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kepada para kreditur, dan disetujui.

5.Dinyatakan Pailit

Namun sayang, hingga tahun 2018, PT Sariwangi Agricultural Estate Agency tetap tak bisa melunasi semua hutang-hutangnya.

Pada Rabu (17/10/2018), Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat mengabulkan permohonan pembatalan homologasi dari salah satu kreditur yakni PT Bank ICBC Indonesia terhadap Sariwangi Agricultural Estate Agency.

Dalam keputusan tersebut, perkebunan teh Sariwangi resmi menyandang status pailit.

“Mengabulkan permohonan pembatalan perdamaian atau homologasi dari pemohon (ICBC), menyatakan perjanjian homologasi batal, menyatakan termohon 1 (Sariwangi), dan termohon 2 (Indorub) pailit dengan segala akibat hukumnya,” kata Ketua Majelis Hakim Abdul Kohar saat membacakan amar putusan, di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

More From: Berita Menarik