Jepang Negara Produsen Pornografi Tapi Tingkat Kelahiran Rendah. Warganya Disebut Tak Terlalu Tertarik Pada Seks di Dunia Nyata


via: google.com

Palingseru.com – Dinobatkan sebagai negara produsen pornografi tertinggi, pasti membuat kita mengira jika masyarakat Jepang senang melakukan seks bebas.

Ya, jika film pornografi saja dilegalkan, maka hal itu juga akan berlaku dengan kehidupan seks masyarakatnya.

Tapi ternyata hal itu tidak benar.

Bahkan dalam laporan CNN, pada September 2016 menunjukkan 44,2 persen wanita antara 18-34 masih perawan dan belum menikah.

Itu terjadi karena orang Jepang kurang tertarik pada seks di dunia nyata.

Mereka lebih suka dan tertarik pada pornografi, manga hingga anime.

“Mereka bisa kehilangan hasrat terhadap seks yang nyata. Seks nyata menjadi tak semenarik pornografi,” kata Fight the New Drug (FTND), Organisasi antipornografi yang berbasis di Amerika Serikat.

Menurut FTND, komik porno hentai dan film cabul di Jepang rata-rata menyajikan konten seksual yang hiperbolik, semua dilebih-lebihkan dan serba-fantastis.

Seperti contohnya, gadis kecil yang diseksualisasi hingga berhubungan badan dengan monster gurita.

Semua itu, kata FTND, membuat relasi pria dan wanita di dunia nyata menjadi tidak menarik bagi para pecandu produk porno.

Maka tak heran bila angka kelahiran di Jepang terbilang sangat rendah, jika dibandingkan dengan angka kematian.

Bayangkan saja, angka kelahiran bayi di Jepang pada tahun 2017 dilaporkan hanya sebanyak 941 ribu bayi, sedangkan angka kematian mencapai 1,34 juta, demikian sebagaimana dikutip Detik.com.

More From: Berita Menarik