6 Tahun yang lalu Habib Bahar ternyata pernah ditahan karena tindakan anarkis!


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Bahar bin Smith atau yang lebih dikenal dengan Habib Bahar kini hangat diperbincangkan di berbagai media online.

Bukan karena aksi mulia atau aksi heroiknya di reuni akbar 212 yang berlangsung oada Minggu (2/12/2018) di Monumen Nasional lalu.

Tetapi tindakan tak terpujinya saat menyampaikan ceramah.

Dalam ceramahnya pada 28 November 2018, pria berdarah Arab ini menuturkan kalimat kasar yang ditujukan kepada orang nomor satu di Indonesia, yakni Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dia menyebut Jokowi sebagai banci dan pengkhianat negara dan juga masyarakat.

Tak cukup sampai di situ, ceramahnya juga mengandung unsur SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).

Karena perbuatan tak menyenangkan itu, Habib Bahar akhirnya dipolisikan dengan dakwaan menyebar ujaran kebencian.

Ternyata, jauh sebelum kasus ini, tepatnya enam tahun lalu (2012), Habib Bahar juga pernah berurusan dengan hukum akibat aksi anarkisnya bersama anggotanya, Majelis Pembela Rasulullah (MPR).

Dikutip dari Warta Kota, Habib Bahar mengaku pernah melakukan aksi penyerangan ke jemaah Ahmadiyah di Kebayoran Lama dan terlibat dalam kasus Mbah Priok, hingga membuat ia dan rekan-rekannya harus mendekam di tahanan Mapolrestro Jakarta Selatan.

Di tahun yang sama, Habib Bahar kembali berulah. Dia dan rekan-rekannya yang berjumlah 150 orang menyerang dan merusak Kafe De Most yang terletak di Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Dia beralasan melakukan penyerangan itu karena tempat hiburan tersebut tidak ditutup saat bulan Ramadhan.

“Mereka berbuat maksiat di sana. Mabuk-mabukan, jadi harus ditindak,” ucapnya.

Dalam kasus tersebut, Habib Bahar ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan dua Pasal sekaligus, yakni Pasal 170 KUHP tentang pengrusakan dengan ancaman hukuman 5 tahun, dan Pasal 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 12 tahun.

More From: Berita Menarik