Seperti Ini Isi Detik Detik Percakapan Pilot Lion Air JT610 Sebelum Pesawatnnya Jatuh ke Laut. Sibuk Baca Buku Panduan


via: today.line.me

Palingseru.com – Lima bulan berlalu, rekaman suara kokpit pesawat Lion Air JT 610 jenis 737 MAX yang mengalami kecelakaan di Perairan Karawang, Jawa Barat akhirnya berhasil diperdengarkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, penerbangan dengan nomor registrasi PK-LQP ini meledak dan kemudian tenggelam di Lautan Jawa. Dilaporkan, 189 nyawa melayang dalam insiden ini. Sayangnya, dari semua jumlah tersebut, hanya sebagian yang berhasil dievakuasi.

Sebab, pencarian diberhentikan dengan berbagai alasan. Pihak keluarga pun diminta untuk mengikhlaskan dan akhirnya digelar tabur bunga di titik lokasi pesawat Lion Air JT 610 jatuh.

Meski telah lama berlalu, investigasi terhadap kecelakaan pesawat ini terus dilakukan.

Khususnya pada black box atau kotak hitam di pesawat yang memegang peran penting sebagai perekam data penerbangan, yang analisisnya butuh waktu lama.

Mengutip today.line.me, dari hasil data black box tersebut, Boeing Co. menggambarkan sang pilot dan awak kendali pesawat Lion Air JT 610 bersusah payah mencari informasi dari buku panduan setelah pesawat yang mereka kemudikan tiba-tiba menukik tajam ke bawah.

Karena hal itulah, sang pilot akhirnya kehabisan waktu dan terhempas ke dalam lautan yang disertai suara meledak.

Yang Terjadi di dalam Kokpit

Sang kapten, dikatakan sumber , berjuang keras untuk menaikkan pesawat. Namun komputer, yang masih salah merasakan kondisi stall, terus menekan hidungnya menggunakan sistem trim pesawat. Normalnya, sistem trim menyesuaikan permukaan kontrol pesawat untuk memastikannya terbang lurus dan datar.

“Mereka tampaknya tidak tahu trim itu bergerak turun. Mereka hanya memikirkan kecepatan udara dan ketinggian. Hanya itu yang mereka bicarakan,” ungkap sumber ketiga.

Ketiga sumber menuturkan bahwa pilot Lion Air JT 610 terdengar tetap tenang selama sebagian besar penerbangan. Sang pilot kemudian meminta co-pilot untuk menerbangkan pesawat sementara dia memeriksakan manual untuk mencari solusi permasalahan.

Sekitar satu menit sebelum pesawat menghilang dari radar, kapten kemudian meminta ATC untuk membersihkan lalu lintas lainnya di bawah 3.000 kaki dan meminta ketinggian 5.000 kaki. Permintaannya ini disetujui, menurut laporan awal tersebut.

Saat kapten mencoba untuk menemukan prosedur yang tepat dalam buku panduan, co-pilot pesawat digambarkan tidak mampu mengendalikan pesawat itu.

Rekaman data penerbangan menunjukkan input kolom kontrol akhir dari co-pilot lebih lemah daripada yang dibuat sebelumnya oleh kapten pilot.

“Ini seperti ujian dimana ada 100 pertanyaan dan ketika waktunya habis Anda hanya menjawab 75. Jadi, kamu panik. Ini adalah kondisi time-out,” terang sumber ketiga, sebagaimana diberitakan Reuters.

Kapten kelahiran India itu pada akhirnya terdengar terdiam, sementara co-pilot asal Indonesia menyerukan “Allahu Akbar”. Yang terjadi sesudahnya tragis. Pesawat itu menghantam perairan laut dan menewaskan total 189 orang di dalamnya.

Baca Juga : 5 Lagu ini Bisa Memanggil Hantu, Salah Satunya Pasti Sering Kamu Nyayikan

More From: Berita Menarik