Pelaku dan Guru Honorer Asal Kediri Sempat Hubungan Intim, Sebelum Dihabisi serta Dimutilasi


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Fakta demi fakta kini berhasil didapatkan pihak kepolisian dari dua pelaku pembunuhan serta mutilasi terhadap guru honorer Budi Hartanto (28) yang jasadnya ditemukan di dalam koper di bawah jembatan Karang Gondang, Udanawu, Blitar, Rabu (3/4).

Sebelumnya, polisi sempat kewalahan mencari bagian kepala korban serta kedua pelaku pembunuhan yang dilaporkan sering berpindah-pindah tempat. Namun akhirnya upaya melarikan diri kedua pelaku terhenti pada Kamis (11/4/2019).

Mulanya pelaku Aris Sugianto (23) yang tertangkap di Jakarta. Berdasarkan keterangan darinya, polisi akhirnya mengetahui tempat persembunyian pelaku lainnya yang bernama Aziz Prakoso.

Aziz ditangkap di hari yang sama pada pukul 20.00 WIB di kedai nasi goreng, yang baru ia dirikan selama 10 hari.

Dari penangkapan inilah, polisi akhirnya mengetahui motif pembunuhan sadis tersebut, yang tak lain karena asmara dan juga perselisihan diantara kedua pelaku dan korban.

Ya, sebelum tewas dibunuh, salah satu pelaku yakni Aris Sugianto dan korban sempat melakukan hubungan intim untuk keempat kalinya. Namun tak seperti sebelum-sebelumnya, Aris kali ini tidak membayar korban sehingga memicu kemarahan korban.

“Setiap kali berhubungan, Aris ngasih uang ke korban. Aris sayang pada korban, dan akan memberikan apa yang diminta korban,” kata Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Gupuh Setiono, dikutip TribunSurabaya.com.

“Usai lakukan hubungan intim di dalam kamar, karena Aris gak bisa ngasih uang ke korban, korban marah-marah,” lanjut Gupuh.

Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB. Oleh karenanya, korban sempat ditegur pelaku lain yakni Aziz.

“Diingatkan Aziz tapi korban tak terima, korban malah bilang ini bukan urusan kamu,” ujar Gupuh meniru ucapan korban, yang kemudian disusuli sebuah tamparan ke pipi Aziz.

“Tak terima, Aziz juga membalas,” timpal Gupuh.

Setelahnya, korban yang sudah terbakar emosi, lantas mengambil sebilah golok sepanjang 10 sentimeter yang tergeletak di sebuah tempat duduk, dan menghayunkan ke arah Aziz namun berhasil ditangkis.

Golok itu kemudian berpindah posisi, ke tangan Aziz, dan di sinilah korban dihabisi secara brutal oleh kedua pelaku. Aziz membunuh korban dengan golok, sementara Ariz membantu menyumpal mulut korban.

“Jadi mulut korban disumpal, makanya hasil otopsi menunjukkan korban mati karena kehabisan nafas,” kata Gupuh.

Dimasukkan dalam Koper

Sementara ide memasukkan jasad korban ke dalam koper didapat dari Aris. Ia kemudian mengambil koper milik ibunya dan memasukkan jasad korban ke dalam koper.

Di saat bersamaan, masalah lain muncul. Yaitu tubuh korban tidak muat.

“Pas dimasukin gak cukup, dikeluarkan lagi, lalu Aris usul kepala korban dipotong,” tuturnya.

Ternyata benar, setelah kepala korban dipotong, akhirnya mayat tersebut muat disimpan di dalam koper dan kemudian dibuang ke bawah jembatan Karanggondang, Udanawu, Blitar.

Sedangkan kepala korban yang disimpan dalam katung kresek dibuang terpisah.

Baca Juga : Jika Di Dekati Kucing Berarti ada 3 Pertanda dari Allah. Kamu Mau Tahu?

More From: Berita Menarik