Pengakuan Sopir Ambulans Gerindra yang Bawa Batu saat Rusuh 22 Mei di Jalan Sabang: ‘Saya juga belum dibayar’


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Sopir ambulans Partai Gerindra bersama dua penumpangnya turut diamankan Polda Metro Jaya dalam aksi 22 Mei 2019 lalu.

Penangkapan itu dilakukan karena mobil ambulans yang dikendarai Yayan Hendrayana alias Yayan kedapatan membawa batu.

“Sekitar jam 04.00 WIB terjadi lemparan-lemparan antara petugas dengan pengunjuk rasa. Ada lemparan-lemparan kemudian ada saksi yang melihat batu diambil dari mobil tersebut. Kemudian tim menyisir dan menemukan mobil itu dan dibawa ke Polda,” terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, dikutip dari Tribunnews.com.

Ketika diperiksa lebih dalam, mobil ambulans tersebut juga tidak ditemukan adanya perlengkapan medis maupun obat-obatan.

Saat ditanya, Yayan hanya menjabawab “Saya disuruh DPC”.

Lebih lanjut ia menerangkan ia ditugaskan untuk menyopiri mobil ambulans dari Tasikmalaya menuju Jakarta, bersama dua tersangka lain Iskandar Hamid (Sekretaris DPC Partai Gerindra Tasikmalaya) dan Obby Nugraha (Wakil Sekretaris DPC Gerindra).

Berdasarkan informasi dari Kepolisian, Yayan dibekali uang operasional Rp 1,2 juta, namun ia membantah telah menerima uang tersebut.

“Belum, Pak. Saya juga belum dibayar,” kata Yayan seraya masuk ke mobil tahanan.

Hingga saat ini, Kombes Argo Yuwono dan pihaknya masih mendalami kasus ini.

Sementara para pelaku akan dijerat Pasal 55,56, 170, 212, dan 124 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun kurungan penjara atau lebih.

Baca Juga : Jika Di Dekati Kucing Berarti ada 3 Pertanda dari Allah. Kamu Mau Tahu?

More From: Berita Menarik