Ditangkap Polisi, Penyebar Hoaks Anggota Brimob Asal Cina Mengaku Khilaf


via: tempo.co

Palingseru.com – Satu lagi pelaku penyebar hoaks yang berhasil diamankan polisi.

Tak main-main, berita bohong yang disebar oleh oknum tak bertanggungjawab tersebut berisikan isu SARA, yang tentunya bisa semakin memanaskan suasana.

Di mana pelaku menyebarkan berita bohong soal tiga anggota Brimob asal Cina ikut mengamankan aksi demo 22 Mei di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta Pusat.

Info TKP depan Bawaslu. Innalillahi Waa Innailahi Rojiun

Telah gugur saudara kita Eri dari Bantul terkena tembakan Semoga HUSNUL KHOTIMAH Kader perjuangan gerindra…

Info lanjut masih menunggu rekan2 Yg masih dilapangan

Biadap polisi cina ikut2an apa ini negara… apa negara komunis ini…siapa yg bolehkan masuk ke Indonesia,” demikian tulis pelaku melalui akun Facebook miliknya.

Padahal faktanya, anggota Brimob tersebut merupakan asli orang Indonesia dan berasal dari Manado.

Tak membutuhkan waktu lama, keesokan harinya, tepatnya 23 Mei 2019, Badan Reserse Kriminal Polri menangkap pelaku yang teridentifikasi bernama Said Djamalul Abidin.

Seperti para pelaku penyebar hoaks sebelumnya, Said juga hanya bisa tertunduk pasrah saat diangkut petugas.

Dia bahkan menyampaikan permintaan maafnya saat konferensi pers yang berlangsung di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (24/5/2019).

“Saya mohon maaf pada semua pihak terutama kepolisian bahwa ternyata saya tidak cermat dalam memanfaatkan media sosial.”

“Saya menerima berita tersebut itu dari seseorang, artinya itu bukan kreasi saya, tapi saya terus terang khilaf sehingga saya ikut menyebarkan berita tersebut,” ucapnya, dikutip dari Tempo.co.

Hukuman pidana 6 tahun penjara pun telah menantinya. Hukuman itu berdasarkan ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta UU tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Baca Juga : Jika Di Dekati Kucing Berarti ada 3 Pertanda dari Allah. Kamu Mau Tahu?

More From: Berita Menarik