Menurut Komnas Perempuan, Memaksa Istri Untuk Hubungan Badan Termasuk Pemerkosaan


via: kompas.com

Palingseru.com – Sebuah pernyataan mengejutkan datang dari Komisioner Komnas Perempuan, Adriana Venny baru-baru ini.

Di mana dalam pernyataan tersebut, Adriana menyebut bahwa memaksa istri untuk melakukan hubungan seksual adalah bentuk pemerkosaan terhadap istri dan masuk ke dalam kategori Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Jadi KDRT itu dia memaksa istrinya untuk melakukan sesuatu tapi dia tidak mau. Itu bentuk pemerkosaan atau kekerasan seksual pada perempuan ekstrem yang dapat berakhir kepada kematian,” kata Adriana, dikutip Kompas.com.

Ini tentu menjadi kabar yang cukup mengejutkan, karena ketika menikah, banyak orang beranggapan sudah dapat menguasai istrinya sepenuhnya. Dari ujung rambut hingga ujung kaki merupakan miliknya.

Tapi bukan berarti hasrat seorang suami selalu bisa dipenuhi sang istri. Ketika jatuh sakit, misalnya. Menurut Ariana, seorang istri bisa saja menolak.

“Bisa saja istrinya lagi sakit atau ada alasan khusus lainnya yang membuat tidak bisa melayani suaminya, itu hal yang sah dalam rumah tangga,” tutur Adriana.

Hanya saja, kasus pemerkosaan dalam hubungan suami istri sering dianggap sepele oleh berbagai pihak, mengingat keduanya sudah terikat dalam tali pernikahan.

“Kasus ini terkadang dianggap sepele padahal sebenarnya ini kasus yang penting,” ujarnya.

“Mereka (polisi) mengira kasus pemerkosaan itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” tambahnya.

Namun Adriana meminta untuk berkaca pada kasus penyiksaan Anton Nuryanto terhadap istrinya FZ. Anton dilaporkan membacok istrinya karena menolak diajak berhubungan badan di Jalan Ancol Selatan II, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (5/7/2019) lalu.

Dengan adanya kasus tersebut, Adriana pun menghimbau kepada para istri untuk tidak malu dan segan melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib.

Baca Juga : Jika Di Dekati Kucing Berarti ada 3 Pertanda dari Allah. Kamu Mau Tahu?

More From: Berita Menarik