15 Januari 1970: Khadafi Resmi Memerintah Libya


muammar-khadafi

muammar-khadafiPalingseru.com – Pada 43 tahun yang lalu, Muammar al-Qaddafi (Khadafi) resmi dinyatakan sebagai pemimpin Libya. Dengan demikian, perwira menengah militer itu mengakhiri kekuasaan Raja Idris dengan restu Kongres. Dengan “tangan besi,” dia memerintah Libya untuk sekian lama sebelum dipaksa turun dengan cara yang brutal pada 2011.

Menurut The History Channel, sebagai putra seorang petani di Bedouin, Khadafi berhasil menempuh pendidikan hingga bangku universitas. Karirnya meningkat setelah bergabung dengan militer Libya. Semangat nasionalisme membawa dia dan kelompok konspirasinya menjungkalkan monarki pada September 1969.

Khadafi mengkudeta Raja Idris, yang saat itu ke luar negeri untuk liburan musim panas. Mereka pun menahan Pewaris tahta, Sayyid Hasan ar-Rida al-Mahdi as-Sanussi. Bersama kelompok militernya, Khadafi membubarkan monarki dan mengganti negara mereka dari berbentuk kerajaan menjadi Republik Arab Libya. Setahun kemudian, 15 Januari 1970, dia resmi memerintah Libya dengan menyandang jabatan Perdana Menteri oleh Kongres Rakyat Umum.

Dengan memadukan paham Islam ortodoks, sosialisme revolusioner, dan nasionalisme Arab, Khadafi membentuk kepemimpinan diktator yang anti Barat. Rezimnya bahkan membiayai berbagai kelompok pemberontak di manca negara, mulai dari gerilyawan Palestina dan pemberontakan kelompok muslim di Filipina, hingga Militer Republik Irlandia.

Selama memerintah, rezim Khadafi menumpas kelompok-kelompok oposisi dan tidak memberi mereka ruang untuk berkembang. Masyarakat internasional pun, terutama negara-negara Barat, memusuhi dia selama sekian lama karena mendukung kelompok-kelompok teroris.

Namun, beberapa tahun kemudian, Khadafi tampak bergerak mendekati Barat. Sanksi Eropa untuk Libya dicabut setelah Khadafi menyerahkan dua buron pengeboman Lockerbie di Skotlandia. Dia pun sepakat melucuti senjata penghancur massal.

Khadafi juga tampak bekerja sama dengan Barat pasca serangan teroris 11 September 2001 di Amerika Serikat. Ada kemungkinan dia mengkawatirkan intervensi Amerika di Libya bila dia tidak bekerja sama dengan para pengawas senjata internasional.

Namun kekuasaan Khadafi berakhir tragis. Di tengah gelombang revolusi di negara-negara Arab pada 2011, dia menolak permintaan untuk turun dari rakyat setelah begitu lama berkuasa dengan tangan besi.

Setelah berbulan-bulan melawan, dengan dibantu logistik dan persenjataan dari negara-negara Barat, kelompok perlawanan di Libya sukses menjungkalkan kekuasaan Khadafi. Dia sendiri mati mengenaskan pada 20 Oktober 2011 setelah dieksekusi mati secara brutal oleh pasukan pemberontak, yang berhasil menangkapnya ketika bersembunyi di Sirte.

More From: Hari Ini