Waduh Gagal Memerkosa karena Tak Bisa Ereksi


MARABAHAN – Perburuan yang dilakukan anggota Reskrim Polres Batola, Kalsel terhadap pembunuh Husnul Khatimah (18) membuahkan hasil. Kamis (21/7/2011) sekitar pukul 04.00 Wita, si pembunuh lulusan MAN I Marabahan itu, Agus Fitrianoor (16), berhasil ditangkap.

Agus Gagal Memerkosa karena Tak Bisa Ereksi

Agus Fitrianoor, warga Jalan Jenderal Sudirman RT 13 Gang 80 Kecamatan Marabahan Kota, Batola, ditangkap anggota Reskrim setelah satu hari bersembunyi di rumah keluarganya di Jalan Batuah Kusan Hilir Pagatan, Tanahbumbu.

Ditemui usai menjalani pemeriksaan, Agus mengaku dirinya membunuh korban karena merasa tersinggung dengan kata-kata kasar yang diucapkan korban.

“Saya dikatai bungul, tambuk, bodoh. Saya langsung tersinggung, karena orangtua saya saja tidak pernah menyumpahi saya seperti itu,” ujar Agus.

Agus, yang pernah dihukum empat bulan penjara dalam kasus pencurian, mengatakan sebelum pembunuhan itu terjadi dia melihat korban, Senin (18/7/2011) sekitar pukul 13.00 Wita, di Jalan Trautan.

“Saat itu saya sedang menggelar pesta miras oplosan bersama sahabat saya, Imis,” ujarnya.

Korban, kata Agus, melintas di depan mereka yang tengah teler. Korban berjalan kaki, tetapi memakai helm. “Dia terlihat sedang menangis,” ujarnya.

Menurut Agus, ketika itu keadaan sangat sepi dan niatnya untuk menggoda korban pun muncul.

“Tiba-tiba timbul niat untuk menggoda korban. Namun niat itu langsung dicegah Imis,” ujarnya.

Usai mencegah, kata Agus, Imis langsung pergi meninggalkan dirinya. Setelah Imis pergi, Agus kemudian mendekati korban, yang masih berdiri tak jauh dari tempatnya menggelar pesta minuman keras.

“Saya tanya, kenapa dia (korban) sampai menangis. Dijawabnya kalau sedang patah hati karena baru diputus pacar,” ujarnya.

Mendapat jawaban itu, kata Agus, dia menawarkan diri mengantar korban pulang, tetapi ditolak.

“Saat itu saya mengatakan kepada korban akan pergi dari tempat tersebut, namun dicegah oleh korban. Mungkin korban merasa takut sendirian berada di tempat itu,” ujarnya.

Merasa ada kesempatan, kata Agus, dia memberanikan diri memeluk korban. Namun langsung mendapat reaksi keras dari korban.

“Dia marah dan menyumpahi saya. Dia juga mengancam akan melaporkan saya ke polisi,” ujarnya.

Agus mengaku sangat tersinggung dengan ucapan korban. Tanpa banyak kata, Agus langsung menyerang korban.

“Kami berkelahi dan bergumul di aspal. Waktu bergumul itu, kami berdua tercebur ke sungai.

Saat di sungai, saya mencoba menenggelamkan korban. Waktu itu cuma satu kali. Saat muncul, korban sempat bilang, kalau dia mati, saya akan terus dihantuinya,” ujarnya.

Mendengar ucapan korban itu, kata Agus, dia kembali marah. Agus pun berkali-kali membenamkan korban ke dalam air. Korban akhirnya tewas kehabisan napas.

“Saya kemudian menyeret tubuh korban ke tepian sungai dan menyembuyikannya di semak-semak,” ujarnya.

Tak berapa lama, kata Agus, datang Khaidir, teman korban. Khaidir menanyakan apakah dirinya melihat korban. “Saya katakan tidak tahu. Setelah itu Khaidir pergi meninggalkan saya,” ujarnya.

Agus kemudian menarik tubuh korban ke daratan dan meletakkannya dekat pematang sawah.

“Saya melucuti rok dan celana dalam korban. Saya mau menyetubuhi jasad korban. Namun niat tersebut tak terlaksana. Saya tidak tidak bisa ereksi,” ujarnya.

Agus kemudian berlalu dari tempat tersebut. “Sebelum pergi saya mengambil uang Rp 150 ribu dari dompet korban,” ujarnya.

Keluarga Husnul menyambut gembira atas tertangkapnya pembunuh Husnul tersebut. Keluarga Husnul langsung datang ke Polres Batola untuk melihat bagaimana wajah pelakunya.

“Tadi siang saya datang ke Polres untuk melihat pelaku. Tetapi saya hanya melihat dari luar ruangan saja, tidak sampai masuk,” kata Rujimansyah, paman korban.

Rujimansyah mengatakan, orangtua korban sudah mengetahui kabar dibekuknya pelaku.

“Ibunya yang paling syok. Dia masih menangis sambil memeluk koran yang memuat foto Husnul,” ujarnya. (tribunnews.com)

More From: Berita Menarik