22 Juli 2010: PBB Sahkan Kemerdekaan Kosovo


Kosovo MerdekaPalingseru.com – Pada tiga tahun yang lalu Kosovo meraih sebuah kemenangan gemilang di arena internasional setelah Mahkamah Internasional, pengadilan tingkat tertinggi di PBB, menetapkan bahwa deklarasi kemerdekaannya pada 2008 dari Serbia adalah absah.

Menurut stasiun berita CNN, keputusan yang sifatnya tidak mengikat itu, ditetapkan melalui pemungutan suara 10-4 di antara anggota majelis hakim. Hal ini memungkinkan Kosovo memperbarui permohonan banding ke tahap berikutnya untuk mendapatkan pengakuan internasional.

Negara kecil Balkan itu sejauh ini telah diakui 69 negara, termasuk Amerika Serikat dan hampir semua negara anggota Uni Eropa. Untuk menjadi negara yang diakui secara sah di PBB, Kosovo membutuhkan pengakuan dari minimal 100 negara.

Keputusan Mahkamah Tinggi PBB itu, dibacakan oleh presidennya, Hisashi Owada. Bunyinya menyatakan bahwa hukum internasional tidak mengatur adanya “pelarangan deklarasi kemerdekaan” dan karena itu proklamasi Kosovo “tidak melanggar hukum internasional apa pun.”

“Ini adalah hari yang luar biasa bagi Kosovo, dan pesan saya untuk pemerintah Serbia adalah “datang dan bicaralah dengan kami,'” kata Menteri Luar Negeri Kosovo, Skender Hyseni.

Kosovo memicu perdebatan internasional yang sengit saat memisahkan diri dari Serbia pada 2008, setelah perang berdarah pada 1998-99 dengan Serbia dan hampir satu dekade berada di bawah pemerintahan internasional.

Selama ini, Serbia dan Rusia lah yang memimpin aksi menegasikan keberadaan negara Kosovo. Serbia berpendapat pemisahan diri itu telah menjadi bagian dari sejarah dan identitas nasional mereka sejak 1389.

Partai Radikal Serbia yang ultranasionalis menyatakan Mahkamah Tinggi telah “secara luar biasa melanggar” hukum internasional dan meminta pemerintah Serbia untuk menuntut digelarnya sidang darurat Dewan Keamanan PBB untuk mengakhiri misi perdamaian Uni Eropa di Kosovo.

Pasukan pimpinan NATO telah meningkatkan jumlah pasukan mereka di Mitrovica, kota yang terbelah dua secara politik di utara Kosovo, tapi dan berada di bawah kontrol Serbia. Sumber

More From: Hari Ini