9 Oktober: Hari Surat Menyurat Internasional


hari suratPalingseru.com – Ketika Surat dalam Amplop dan Kartu Pos Tergantikan dengan Electronic Mail (email) dan Short Message Service (SMS)

Hmm,, adakah diantara agan dan aganwati yang tau, tentang salah satu hari besar internasional ini..??
Ane rasa tidak banyak, yang tau tentang Hari Surat Menyurat Intenasional ini, atau yang biasa disebut World Post Day, yaitu tiap tanggal 9 Oktober.

Mengapa tanggal 9 Oktober..??

~Jawabannya, karena tanggal 9 Oktober merupakan tanggal pendirian Sebrikat Pos Dunia (Universal Post Union – UPU) pada tahun 1874, dan kini, lebih dari 180 unit pos negara tergabung dalam serikat ini…

Apa yang dilakukan dunia pada tanggal ini…??

~Banyak hal, yang pada intinya, mendukung dan menyemangati perkembangan pos di wilayah mereka masing-masing.

Presiden biasanya akan memberikan pidato mengenai pentingnya peran jasa pos bagi negara, dan menganjurkan rakyatnya untuk lebih sering menggunakan jasa pos.

UPU (Universal Post Union) bekerja sama dengan UNESCO, menyelenggarakan kompetisi menulis surat untuk anak-anak dan remaja, untuk lebih menegaskan eksistensi penting pos dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Banyak Kantor Pos di dunia yang menerbitkan perangko-perangko khusus yang unik dan diproduksi dalam jumlah yang terbatas, yang membuat hari ini sekaligus sangat penting bagi orang-orang yang memiliki hobi filateli.

Beberapa negara bahkan menyelenggarakan pekan surat-menyurat internasional, yang juga pernah sangat lama dilakukan di Indonesia, dari tahun 1955 hingga 2003-2004.

Dahulu, PSMI (Pekan Surat Menyurat Internasional) ini rutin dilaksanakan, dan merupakan salah satu momen yang luar biasa spesial bagi kantor pos di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Pernahkah merasa, bahwa kita semua (dan para provider ponsel dan internet) telah membuat Kantor Pos Indonesia terpuruk..??

Dan meskipun Kantor Pos Indonesia telah banyak melakukan perubahan disana-sini, pelanggan mereka toh hanya yang itu-itu saja, orang-orang tua (yang mungkin belum mengenal perusahaan2 jasa pengiriman “made in” luar negeri), anak-anak kecil pembaca majalah (yang masih senang bersahabat pena, dengan teman2 di lain daerah, yang mungkin, alasan penggunaan posnya adalah, hanya kantor pos yang mereka tahu bisa mengirimkan surat, dan mungkin juga, paling murah), kantor-kantor pemerintah, tengkulak materai, dan tetangga-tetangga si kantor pos itu sendiri.

Berapa diantara para pengguna jasa pos yang masih menggunakan perangko..??

Sedikit, sekali. Perangko itu, kayak sudah ketinggalan zaman. Coba diingat, kapan terakhir kali kita membeli perangko, untuk mengirim surat atau kartu pos..?? Jawabannya mungkin akan cukup beragam bagi setiap orang, tapi memang, tak banyak yang merasa pernah membelinya, meskipun hanya dalam kurun waktu setahun terakhir ini.

Perangko, oh, perangko…

Paling tidak, masih ada yang membeli perangko, bahkan ketika kantor pos Indonesia menerbitkan paket perangko unik yang hanya berjumlah terbatas di seluruh Indonesia. Siapa yang membelinya..?? Ya, tentu saja para penggemar filateli, yang lagi-lagi, jumlahnya sudah tidak sebanyak dulu.

Spoiler for perangko-perangko zaman dulu:

Teknologi yang berkembang setiap detik ini, memang memberikan banyak kemudahan, dan terutama sekali, kecepatan. Dan dewasa ini, peran surat dan kartu pos tergantikan oleh e-mail, dan sms.

Bayangkan..!! Mengirimkan ucapan selamat hari raya menggunakan e-mail dan sms, sekarang ini dianggap sah-sah saja dan sopan-sopan saja.
Sungguh, sungguh memprihatinkan. Padahal, kalau kita mengingat zaman dulu (mungkin sepertinya sudah dulu sekali), Kantor Pos selalu dalam masa kejayaannya di tiap hari raya Idul Fitri dan Natal. Sampai-sampai, Kantor Pos selalu kewalahan, yang kemudian membuat surat-surat ucapan itu telat sampai ke penerima.

Sekarang ini, mungkin hanya pejabat-pejabat (beberapa hanya yang kolot), yang masih mengirimkan kartu ucapan lewat pos.
Sungguh ironis, sang primadona dahulu, kini mulai dilupakan orang.

Lalu, apa yang akan kita lakukan…??

Sebagai informasi saja, bagi yang belum tau. Telah banyak perubahan dan peningkatan layanan yang dilakukan Kantor Pos, terutama di kota-kota besar. Mulai dari penambahan jumlah loket, perbaikan fasilitas ruang antri (meskipun di beberapa tempat, Anda tidak perlu mengantri, karena terlalu sepi), hingga mempekerjakan teller yang cantik-cantik, dan ganteng-ganteng.

Sumber

More From: Hari Ini