5 Kebijakan Mantan Presiden Soeharto yang Masih Dibanggakan Hingga Sekarang


5-kebijakan-soeharto-yang-dibangga-banggakan-hingga-kini

Palingseru.com – Saat ini Indonesia sudah memiliki pemimpin yang baru yaitu Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Pemimpin yang baru ini pastinya tidak akan membuat Indonesia melupakan mantan Presiden yang lama yang paling bersejarah bagi Indonesia.

Memang Indonesia sudah dipimpin oleh banyak pemimpin seperti  Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Gus Dur , Mega Wati, dan baru ini menyelesaikan jabatannya sebagai pemimpin adalah Susilo Bambang Yudiono.

Semua mantan Presiden tersebut merupakan sosok yang wajib segani, karena telah berhasil memimpin Indonesia dengan baik dan bijaksana.

Tapi, tidak bisa dipungkiri jika ada beberapa kebijakan  di Kepemimpinano Soeharto yang sampai saat ini masih dibanggakan oleh rakyat Indonesia.

Nah, seperti dilansir Merdeka.com, berikut inilah dia ke lima kebijakan Presiden Soeharto yang sampai saat ini masih dibanggakan oleh rakyat Indonesia.

1. Utang hanya pelengkap

Pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto menganggap bahwa utang diluar negeri hanya sebatas pelengkap saja sehingga utang diluar negeri pada saat itu tidak sebesar saat ini. Mantan menteri keuangan, Fuad Bawazier, sangat bangga dengan kinerja Soeharto yang bisa mengatur utang yang ada di luar negeri sehingga jumlahnya tidak memberatkan ekonomi.

2. Bikin asing khawatir

Berbeda dengan saat ini, dulu pada waktu kepemimpinan Soekarno maupun Soeharto Indonesia dianggap penting bagi negara asing, bahkan beberapa negara mengaku sangat tergantung dengan Indonesia. Dulu Selat Lombok menjadi  jalur perdagangan bagi beberapa negara sehingga saat Seoherto ingin menutupnya negara asing menjadi khawatir . Oleh sebab itu, Indonesia dianggap angat penting bagi negara asing.

3. Privatisasi BUMN

Pada saat kepemimpinan Seoharto pernah terselip ide untuk melepaskan BUMN  untuk membayar pinjaman USD 2 miliar kepada Dana Moneter Internasional (IMF). Untuk mewujudkannya Seoharto saat itu memanggil Tanri  yang saat itu masih menjabat Presiden Direktur Bakrie Group menghadap ke Bina Graha.

Seoharto mengatakan ingin mengembalikan BUMN ke menteri keuangan. Tapi, ia berpikir ulang dan akhirnya meminta Tanri untuk meningkatkan nilai BUMN agar nilai jualnya tinggi.

4. Tata kelola perdagangan

Saat ini kondisi neraca perdagangan Indonesia lebih parah dibandingkan dengan zaman kepemimpinan Seoharto. Saat ini neraca defisit perdagangan makin lebar karena disebabkan oleh impornya besar. Jika dibandingkan dengan zaman dahulu, masalah ini bisa diatasi segera oleh Soeharto dengan memperkuat sistem ketahanan pangan nasional agar Indonesia tidak tergantung pada impor dari negara lain. Namun, saat ini masalah ini sangat sulit untuk diatasi oleh Presiden.

5. Swasemda Pangan

Indonesia dulunya merupakan penghasil kedela yang cukup tinggi, sehingga Indonesia pernah jaya dengan kedelai saat kepemimpinan Seoharto. Namun, saat ini Indonesia menjadi negara yang  importirnya sangat tinggi. Bahkan beras saja, pemerintah masih mendatangkannya dari luar negeri. Termasuk juga kedela yang saat ini harga jualnya meningkat tajam sehingga menyulitkan ekonomi Indonesia.

Nah, itulah dia ke lima kebijakan Presiden Soeharto yang masih menjadi kebanggan Indonesia sampai saat ini.

 

More From: Menarik