Luar Biasa Pedagang Es Keliling Ini Berhasil Lulus Kuliah Dengan Nilai Terbaik


pedagang-es

[ads1]Palingseru.com – Seorang anak yang hidup pada keluarga kurang mampu ini kebanyakan lebih bisa menjadi orang yang sukses ketika menuntut pendidikan. Anak orang yang tidak punya ini malah memiliki rasa giat belajar dan bertekad untuk membahagiakan orangtuanya. Seperti kisah pemuda bernama Witri Suwanto (26) yang hidup pas – pasan namun dia masih bertekad untuk bisa lulus perguruan tinggi. Witri ini merupakan putra ketiga dari pasangan Paino Notowiyono dan Mulyati.

Dengan semangat dan rasa percaya diri yang tinggi Witri berusaha mencari uang untuk biaya tempat tinggalnya di Solo dan membayar biaya kuliah yakni dengan berjualan es Sari kacang Ijo di kampusnya.  Menariknya lagi , Witri ini tidak pernah punya rasa gengsi dan malu , dan hasilnya Witri pun menjadi seorang mahasiswa dengan lulusan nilai terbaik.

Dan pada Rabu (30/10/2013) tahun lalu dirinya kedatangan rombongan tim dari Tribun Jateng untuk menjadikan dirinya sebagai narasumber. Bincang – bincang antara reporter dan narasumber ini pun di lakukan di lorong kampus Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta.

Pada saat itu, Witri ditanya bagaimana dengan wisudanya , dan witri pun merasa bersyukur jika dirinya terpilih sebagai mahasiswa dengan lulusan terbaik.

“Alhamdulillah, saya lulus dengan predikat cumlaude,” kata Witri seperti yang dilansir dari Tribunnews.com (11/8).

Kabar tersebut pun langsung menyebarluas di sejumlah media berita. Dan pada akhirnya , kabar tersebut terdengar oleh warga kampung Jagan, Gentan Banaran, Plupuh, Sragen yang merupakan kampung tempat tinggal Witri.

Diketahui bila Witri ini menuntut ilmu  di Jurusan Pendidikan Keolahragaan dan berhasil lulus semua mata kuliah seperti spesifikasi Tenis. Dan semua itu berhasil dituntaskan Witri hanya dalam waktu 3,5 bulan dengan jumlah nilai A pada 18 mata kuliah.

Witri juga menceritakan semua perjalanan sekolahnya. Widri sebenarnya sudah lulus SMA pada 2006, tapi baru bisa kuliah 2009. Selama tiga tahun ia harus bekerja untuk menyiapkan biaya masuk kuliah. Saat sudah resmi menjadi mahasiswa UTP, ia membiayai seluruh kebutuhan pendidikannya dari cucuran keringat berjualan es sari kacang hijau.

Biaya pendidikan awal semester ini dia dapat dengan hasil tabungan kerjanya setelah 3 tahun tidak sekolah. Witri mengaku jika dirinya dulu bekerja di kantor perpajakan dengan mendapat gaji Rp 900 ribu.

Namun setelah resmi diterima menjadi mahasiswa UPT , dirinyan berhenti bekerja dan fokus kuliah dengan jualan es sari kacang ijo sebagai kerjaan sambilannya untuk biaya selama kuliah.

“Setelah satu semester, saya nggak ada biaya lagi. Orangtua juga cuma tani dan nggak sanggup membiayai. Akhirnya saya jualan sari kacang ijo dan jual pakaian untuk mencukupi kebutuhan saya sendiri,” kata Witri.

Selama kuliah sambil berjualan es Sari Kacang Ijo ini, Witri harus bangun pagi dan siap ke kampus pukul 06.00 pagi untuk membuka lapak es sari kacang hijau di sekitar pintu gerbang kampus.

Saat masuk kuliah, lapak tersebut ia tinggalkan dan dititipkan pada pak satpam kampus. Dan Witri akan berjualan lagi setelah jam kuliah selesai. Setip hari jualan Witri pun habis dibeli teman kampus dan sejumlah dosennya. Namun yang namanya rejeki kadang ada kadang kadang juga tidak. Aalagi ketika cuaca kurang mendukung ini yang menjadi kendala es kacang ijonya kurang pelanggan.

Dan kadang ketika pemasukan Witri kurang laris, dia pilih untuk membagi – bagikan dagangannya secara gratis kepada teman kuliahnya. Witri tak pernah malu untuk berjualan di depan kampusnya, bahkan dirinya termotivasi untuk cepat – cepat menyelesaikan studynya dalam waktu yang telah di capai yakni 3,9 bulan paling lama.

Dan ternyata berkat usaha dan tekad yang optimisnya ini membuat dirinya lulus dengan nilai terbaik yakni IPK 3,55.  Dan kebahagiaannya yang tak terhingga ini membuat Widri semangat memenuhi nazarnya menggenjot becak dari Solo menuju Sragen dalam waktu empat jam.

Dan kabarnya , Witri ini akan merantau ke Australia untuk belajar beternak sapi karena dirinya merasa punya jiwa wirausaha.

Baca Juga : Jika Di Dekati Kucing Berarti ada 3 Pertanda dari Allah. Kamu Mau Tahu?

More From: Berita Menarik