5 Penembakan Maut di Sekolah yang Terjadi di Amerika


vir

[ads1]Palingseru.com – Kasus penembakan sudah menjadi salah satu kasus yang sering terjadi. Bahkan baru – baru ini ada kasus penembakan di sebuah kampus diAmerika Serikat hingga membuat Presiden AS Barack Obama ikut menyesali dalam insiden tersebut. Obama sendiri mengatakan jika kasus penembakan bisa terjadi akibat adanya kepemilikan senjata secara bebas di Amerika Serikat . Kondisi seperti ini membuat Obama mengecam tiap anggota legislatif dan pelobi industri, yang selalu menghalangi upaya membatasi peredaran senjata api.

“Kejadian seperti ini telah menjadi rutinitas. Kita bisa berbuat sesuatu buat mengatasinya, tapi untuk itu kita wajib lebih dulu mengubah hukum (kepemilikan senjata),” kata Obama.

Namum tak hanya penembakan maut yang terjadi di kampus ini saja, masih banyak juga kasus penembakan maut di sekolah yang terjadi di Amerika Serikat ini. Seperti yang dilansir dari Merdeka.com, inilah dia 5 penembakan maut disekolah yang terjadi di Amerika. Yuk, simak ulasannya !

1. Penembakan Massal di University of Texas 1966

Salah satu penembakan penembakan maut disekolah yang terjadi di Amerika adalah penembakan yang terjadi pada 1 Agustus 1966 di University of Texas di Austin . Kasus penembakan ini juga disebut sebagai kasus penembakan brutal yang dilakukan oleh Charles Joseph Whitman, mahasiswa jurusan kelautan menjadi tersangka kasus ini.

Kejadian ini berawal ketika Whitman telah dikeluarkan dari universitas tersebut. Entah apa maksud Whitman dirinya langsng memasuki menara gedung utama kampus tersebut, dengan tujuh senjata tajam dan senjata api yang sudah diisi penuh dengan peluru.

Kasus penembakan itu pun mengenai banyak korban yang diantaranya resepsionis dan dua orang lain di menara. Dari insiden ini, 18 orang tewas sementara 30 lainnya luka-luka.

2. Penembakan Massal di Columbine High School 1999

Penembakan massal di Columbine High School ini juga menjadi kasus penembakan maut di Amerika yang pada saat itu terjasi tepat pada 20 April 1999. Kasus penembakan yang mengakibatkan 15 orang di Sekolah Menengah Kolombia tewas lantaran terkena bahan peledak yang ditembak dari kejauhan oleh Eric Harris dan Dylan Klebold.

Insiden itu terjadi ketika Eric dan Dylan pada saat itu memasuki kafetaria dan meninggalkan tas ransel berisi dua bahan peledak yang telah diimprovisasi. Mereka kemudian keluar ke mobil yang telah diparkirkan. Namun setelah ditunggu – tunggu bom itu tidak juga eledak, mereka pun langsung menembak bom tersebut dari mobil dengan senjata api yang mereka miliki.

3. Penembakan Massal di Virginia Tech 2007

Penembakan massal yang terjadi pada 16 April 2007 ini dilakukan mahasiswa senior Virginia Tech, Cho Seung Hui. Mahasiswa yang di duga telah memiliki senjata api  itu pun menembak dua orang di asrama. Dua setengah jam kemudian dia memasang rantai dan mengunci beberapa pintu keluar di sebuah bangunan kelas di kampus itu, dan menembak brutal siswa di dalam kelas serta di lorong. Penembakan itu mengakibatkan 33 orang tewas.

4. Penembakan Massal di SD Sandy Hook Pada 2012

Penembakan Massal di SD Sandy Hook pada 2012 ini merupakan salah satu penembakan brutal yang terjadi di Amerika. Penembakan tersebut terjadi pada 14 Desember 2012 dimana ada seorang pria berpakaian hitam dan bersenjatakan dua pistol memasuki Sekolah Dasar Sandy Hook di Newtown, Connecticut, Amerika Serikat. Namun yang lebih mautnya lagi jika penembak bernama Adam Lanza, berumur 20. Usai menembaki para siswa, dia juga menembaki dirinya sendiri. Insiden penembakan ini menewaskan 27 orang, termasuk 20 anak-anak.

5. Penembakan Massal di Oregon College 2015

Kasus penembakan maut yang terjadi di Amerika salah satunya adalah penembakan massal di Oregon College di kota Roseburg, Negara Bagian Oregon, Kamis (1/10), pukul 10.30 waktu setempat. Kasus penembakan maut yang dilakukan oleh remaja 26 tahun ini bernama Chris Harper Mercer  menewaskan 10 orang dan berhasil melukai tujuh orang lainnya.

Seorang saksi Kortney Moore (18) yang selamat dari maut mengatakan jika pada saat itu dirinya sempat meminta tolong oleh orang -orang sekitar.

“Dia sempat meminta orang-orang di sekitarnya berdiri lalu mengatakan agama mereka. Setelah itu dia mulai menembak,” ujarnya.

Sheriff Douglas County, John Hanlin, mengatakan pelaku tewas dua jam setelah menjalankan aksi kejinya karena baku tembak dengan aparat.

Yang lebih mautnya lagi jika Chris ini juga sempat menembak mati mahasiswa dan dosen yang berada di dua gedung berbeda. Kini polisi berusaha menyelami motif Chris. Dia diduga kuat sempat bercakap-cakap di jejaring sosial, menanyakan pendapat orang-orang bagaimana bila dia melakukan penembakan massal di kampus.

Nah, itulah dia kelima kasus penembakan maut yang terjadi di Amerika.

Baca Juga : Jika Di Dekati Kucing Berarti ada 3 Pertanda dari Allah. Kamu Mau Tahu?

More From: Menarik