7 Tradisi Potong Penis yang Pernah ada Di Dunia

333

[ads1]Palingseru.com – Tradisi potong penis selama ini memang pernah ada di dunia yang dikenal dengan tarisi pengebirian . Tradisi pengebirian ini merupakan prosedur pemotongan genital guna menghilangkan fungsi biologis sebagai hukuman terhadap pelaku kejahatan atau orang-orang yang dianggap melanggar normal. Tradisi potong penis ini juga telah diketahui sejak ratusan tahun lalu.

Ada sejumlah tradisi potong penis yang saat ini pernah ada di dunia. Tradisi pengebirian atau potong penis ini pun dilakukan sesuai hukum ada dan undang – undang.

Seperti yang dilansir dari Merdeka.com, inilah dia 7 tradisi potong penis yang pernah ada di dunia.

1. Praktik Kebiri Kasim di China

praktik-kebiri-kasim-di-china

Salah satu praktik potong penis yang pernah ada di dunia yakni praktik kebiri kasim yang terjadi di China kuno yang telah dijalankan selama beberapa dinasti Sui. Menurut sejumlah keterangan jika pengebirian pada saat itu dilakukan sebagai syarat untuk mendapatkan pekerjaan di istana sebagai kasim lantaran seorang kasim kadang bisa memperoleh kekuasaan yang besar di dalam istana.

Pad asaat itu, Kasim mendapat kepercayaan besar dari kaisar karena diyakini mereka tidak akan tergoda untuk merebut kekuasaan dan memulai sebuah dinasti.

Dalam melakukan pengebirian atau potong penis kepada calo kasim pun dilakukan dengan dua tekni . Teknik pertama adalah dengan melakukan proses kebiri saat seseorang sudah dewasa. Cara kedua adalah dengan melakukan kebiri saat calon kasim masih anak-anak.

2. Kebiri Sukarela Sekte Cybele

222

Tradisi potong penis yang pernah ada di dunia juga dilakukan oleh sekte Cybele dari masa Romawi kuno dengan cara kebiri terhadap diri sendiri secara sukarela. Pengebirian yang dilakukan oleh kaum sekte ini di duga untuk merayakan Dies sanguinis atau ‘hari Darah’. Menurut buku On Roman Time karya Salzman, setiap tanggal 24 Maret lah tradisi potong penis itu dilakukan dimana para pemuja Cybele dan Attis mempersembahkan darah mereka sendiri.

3. Praktik Kebiri Naesi di Kerajaan Korea

333

Tradisi potong penis juga dilakukan di Naesi, kasim dari Korea dimana pelayan anggota kerajaan dan pejabat negara ini mulai dikenal pada masa Dinasti Goryeo. Pada tahun 1392 ketika Dinasti Joseon berkuasa, para naesi berada dalam naungan satu departemen khusus dan terdiri dari dua tingkatan golongan, yaitu sangseon dan naegwan . Mereka melakukan proses pengebirian dengan cara meruapi alat kelamin anak laki-laki dengan kotoran manusia dan menyuruh anjing untuk menggigitnya. Dan cara ini telah dituliskan dalam buku Children in Slavery Through the Ages.

4. Kebiri Sukarela Sekte Skoptsy

4444

Pengbirian juga terjadi di Skoptsy  yang merupakan sebuah sekte sekretif pada masa pemerintahan Tsar Rusia. Nama Skoptsy berasal dari istilah kuno Rusia ‘skopets’ yang berarti ‘dia yang dikebiri’.  Dalam tradisi pengebirian tersebut  sekte Skoptsy ini dikenal karena praktik pengebirian secara sukarela yang dilakukan oleh anggota pria maupun wanita.

Tradisi potong penis ini dipercaya untuk penghapusan organ-organ seksual agar mereka terhindar dari dosa berupa nafsu. Dan tradisi ini dilakukan setelah pengusiran dari Taman Eden, Adam dan Hawa memiliki bagian dari buah terlarang yang dicangkokkan ke tubuh mereka, yaitu testis dan payudara.

5. Pengebirian Kasim di Vietnam

555

Tradisi pengebirian juga terjadi di kerajaan Vietnam , mereka mengadopsi sistem kasim dan teknik pengebirian dari China. Tradisi pengebirian ini dilakukan guna mencegah kemungkinan perselingkuhan dengan salah satu wanita di istana karena para kasim disana bekerja sebagai pelayan yaitu memijat, memakaikan riasan, dan mempersiapkan para selir sebelum berhubungan badan dengan raja. Proses potong penis disana dilakukan dengan menggunakan pisau tajam yang nantinya sang calon kasim diikat di atas meja dan alat kelaminnya disterilkan dengan air merica. Setelah dipotong, sebuah tabung kemudian dimasukkan ke dalam uretra untuk memungkinkan buang air kecil selama penyembuhan.

6. Tradisi Pengebirian Sekte Valesian

666

Valesian adalah sekte yang menganjurkan pengebirian terhadap diri sendiri seperti yang telah dicantumkan dalam buku A Brief History Of Castration karya Victor T. Chenney, sekte ini didirikan oleh Valesius, seorang filsuf Timur Tengah pada abad 2 Masehi. Pada saat menjalani proses potong penis , para kasim tidak dianjurkan untuk makan daging agar cepat mendapatkan proses penyembuhan.

7. Castrato di Gereja – Gereja Eropa

777

Tradisini potong penis yang terakhir dan pernah ada di dunia yakni dilakukan oleh kaum Castrato di sebuah gereja – geraja di eropa.  Tradisi ini dilakukan sampai abad 19, kepada anak-anak di bawah umur yang hendak mencapai pubertas. Tradisi potong penis ini pun dilakukan dengan tujuan mempertahankan kualitas suara penyanyi karena sebagian kaum di dalam gereja itu adalah para musisi  yang kesulitan untuk menyanyikan nada-nada tinggi begitu memasuki usia remaja.

Nah, itulah dia ketujuh tardisi potong penis yang pernah ada di dunia.

 

5 Lagu ini Bisa Memanggil Hantu, Salah Satunya Pasti Sering Kamu Nyayikan. Ngeri Banget Dah!

Apa Komentar Kamu