Terungkap 5 Hal Ini Jadi Penyebab Pesawat Air Asia QZ8501 Jatuh


069654600_1420892280-20150110_154504_-_Copy

[ads1]Palingseru.com – Kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 yang dikabarkan jatuh di perairan Selat Karimata pada Minggu 28 Desember 2014 hingga saat ini masih dalam penyelidikan terkait kronologi kecelakaan tersebut. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis hasil investigasi jika pesawat yang membawa 162 orang penumpang itu tak lepas dari sejumlah faktor.

Menurut KNKT, terdapat sejumlah faktor yang menjadi penyebab kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501 ini . Nurcahyo Utomo selaku Ketua Sub Komite mengatakan jika ada sejumlah faktor yang berkontribusi pada kecelakaan pesawat tersebut yang kini sudah terungkap 5 hal penyebab jatuhnya pesawat Air Asia tersebut diantaranya seperti berikut ini :

  • Pertama, retakan solder pada electronic module di Rudder Travel Limiter Unit (RTLU) menyebabkan hubungan yang berselang dan berakibat pada masalah yang bekelanjutan dan berulang.
  • Kedua, sistem perawatan pesawat dan analisis di perusahaan yang belum optimal mengakibatkan tidak terselesaikannya masalah menjadi berulang.
  • Ketiga , awak pesawat melaksanakan prosedur sesuai Electronic Centralized Aircraft Monitoring (ECAM) pada 3 gangguan awal. Namun setelah gangguan keempat, FDR mencatat indikasi yang berbeda. Indikasi ini serupa dengan kondisi di mana Circuit Breaker (CB) di-reset sehingga berakibat terjadinya pemutusan arus listrik pada Flight Auqmentation Computer (FAC).
  • Keempat, terputusnya arus listrik FAC menyebabkan auto-pilot disengage, flight control logic berubah dari normal law ke alternate law, dan rudder bergerak 2 derajat ke kiri. Kondisi ini mengakibatkan pesawat berguling mencapai sudut 54 derajat.
  • Kelima, pengendalian pesawat ang selanjutnya secara manual pada alternate law telah menempatkan pesawat dalam kondisi ‘upset’ dan ‘stall’ secara berkepanjangan. Sehingga berada di luar batas-batas penerbangan yang dapat dikendalikan oleh awak pesawat.

Kelima penyebab jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501  tersebut pun diungkapkan langsung oleh Nurcahyo di Gedung KNKT, Jakarta Pusat, Selasa (1/12/2015), seperti yang dilansir dari Liputan6.com (2/12/2015).

Menurut sejumlah laporan jika hilangnya pesawat AirAsia bernomor QZ8501 rute Surabaya-Singapura itu hilang dari jangkauan radar saat berada di langit Selat Karimata. Pesawat AirAsia itu baru diketahui jejaknya setelah 2 hari menghilang pada 30 Desember 2014 dan baru – baru ini telah berhasil ditemukan bagian kepingan pesawat yang mengambang di perairan Selat Karimata.

 

Baca Juga : Jika Di Dekati Kucing Berarti ada 3 Pertanda dari Allah. Kamu Mau Tahu?

More From: Menarik