4 Alutsista Buatan Indonesia ini Jadi Sorotan Dunia, Kamu Mau Tahu Kenapa


   

33

[ads1]Palingseru.com – Sejumlah alutsista buatan Indonesia baru – baru ini menjadi sorotan dunia. Kamu mau tahu kenapa ?

Alutsista yang merupakan alat utama sistem senjata (alutsista), dan dikelola secara profesional oleh PT Dirgantara Indonesia dan PT Pindad. Alutsista ini muncul ketika terjadinya aksi embargo yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya. Hal ini membuat Indonesia berupaya keras memajukan industri pertahanan yang sempat mati suri.

Namun setelah terpukul badai krisis moneter pada medio 1997-1998 lalu, perekonomian Indonesia perlahan membaik dan berhasil menjadi anggota G-20 yang beranggotakan negara-negara dengan ekonomi kuat di dunia. Bersamaan dengan itu, pelbagai sektor industri juga mampu meningkatkan produksinya sekaligus memiliki daya saing internasional.

Dan dikabarkan jika industri ini berkembang dengan baik hingga membuat beberapa alutsista buatan Indonesia dipasok dan digunakan TNI. Bahkan, alutsista buatan Indonesia juga sempat dilirik berbagai negara di seluruh belahan dunia.

Lantas alutsista apa saja yang kini menjadi sorotan dunia ? seperti yang dilansir dari Merdeka.com, inilah dia diantaranya :

1. Panser Badak

111

Salah satu alutsista buatan Indonesia yang menjadi sorotan dunia yakni jenis Panser Badak. Alat ini dibuat khusus untuk pertempuran yang dipasangi sistem persenjataan jenis canon berdiameter 90 milimeter. Panser ini memuat tiga orang kru, termasuk sopir. Sesuai namanya, panser ini dipakai untuk bertahan maupun penyerangan.

Kadep komunikasi Pindad Sena Maulana menyatakan panser badak lebih unggul dari panser tarantula buatan Korea Selatan yakni terletak di manuver dan harga yang jauh lebih murah.

Untuk spesifikasinya , Panser  badak ini memiliki berat hingga 14 ton dan untuk mendukung laku kendaraan didukung dengan mesin diesel dari Renault, yaitu Diesel Inline 6 silinder Tubo Charger Intercooler berkapasitas 10.800 cc yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 340 horsepower. Panser badak ini mampu mencapai kecepatan puncak hingga 90 kilometer per jam bahkan memiliki kemampuan manuver yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Panser Tarantula buatan Korea Selatan.

Sistem transmisi dari Badak sendiri menggunakan transmisi otomatis 6-percepatan. Memiliki dimensi panjang 6 meter, lebar 2.5 meter dan tinggi 2,9 meter, Badak Pindad memiliki kemampuan jelajah yang cukup luas sekitar 600 kilometer.

2. Panser Anoa

22

Alutsista buatan Indonesia kedua yang menjadi sorotan publik yakni jenis Panser Anoa yang menjadi kendaraan militer pertama . Panser Anoa ini untuk pertama kalinya diproduksi PT Pindad untuk menambah kekuatan TNI.

Anoa merupakan kendaraan pengangkut personel atau dikenal APC alias armoured personnel carrier. Nama Anoa diambil dari hewan yang hidup di Sulawesi.

Dan untuk saat ini dikabarkan jika PT Pindad telah memproduksi 292 unit Anoa. Kabarnya Panser Anoa ini juga digunakan oleh negara Brunei Darussalam dan Timor Leste. Bahkan negara Bangladesh, Irak, Malaysia, Nepal dan Oman juga  dikabarkan tertarik membeli alutsista buatan Indonesia ini.

Panser Anoa ini dibekali dengan mesin diesel Renault MIDR 062045 inline 6 silinder yang mampu mengeluarkan tenaga hingga 320 horsepower. TNI sendiri sudah menguji ranpur ini dalam misi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon. Kualitasnya juga sesuai dengan standar NATO pada level III atau level yang tingkat ketahananannya terhadap serangan.

3. Senapan Serbu SS2

33

Alutsista yang ketiga yang menjadi sorotan publik yakni jenis Senapan serbu SS2 buatan PT Pindad adalah generasi kedua dari senapan serbu Pindad SS1.

Senapan ini digolongkan sebagai senapan standar TNI dan Polri. Senapan Serbu SS2 ini memiliki keunggulan desain yang ergonomis, tahan terhadap kelembaban tinggi dan lebih ringan. Senapan ini tersedia dalam tiga versi dasar, yakni standard rifle SS2-V1, carbine SS2-V2 dan para-sniper SS2-V4). Namun pada tahun 2008 mulai diperkenalkan subcompact versi SS2-V5.

Selain itu, Senapan SS2 tergolong mumpuni dengan memiliki berat 3,2 kg dengan panjang 930 mm dengan panjang laras 460 mm. Sebapan ini mampu menggunakan peluru kaliber 5,56 x 45 mm standar NATO, rata-rata tembakan peluru 700 butir/menit. Kecepatan peluru yang ditembakan sekitar 710 m/detik, dengan jarak efektif tembakan sejauh 450 m. Menggunakan alat bidikan besi, amunisi yang dipakai SS2 merupakan Magazen box isi 30 butir.

4. Senapan Sniper SPR-2

44

Dan Alutsista terakhir buatan Indonesia yang menjadi sorotan dunia yakni Senapan Sniper SPR-2 yang pernah  membuat dunia militer internasional kagetdengan kemunculan senapa ini.

Keunggulan dari Senapan Sniper SPR-2 ini mampu menjangkau target dengan jitu dalam jarak lebih dari 2 km bahkan peluru senjata sniper SPR 2 ditakuti banyak negara karena mampu menembus kendaraan lapis baja sekalipun. Pelurunya terbuat dari 12,7 mm anti material. Senapan sniper SPR 2 ini berawal dari sniper SPR 2 milik TNI yang tak berani diuji coba.

Nah, itulah dia keempat Alutsista yang menjadi sorotan dunia.

More From: Menarik