Kasihan TKW ini Dibuang dijalan Oleh Majikanya dan yang Ia Ingat Hanya Jogja


   

tkw-dibuang-di-malaysia_20151214_150255

[ads1]Palingseru.com – Seorang tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia kini jadi perhatian netizen khususnya Facebook setelah foto – foto tragisnya berhasil disebarluaskan oleh pemilik akun CELOTEH TKI Sabtu (12/12/2015).

Foto TKW  yang kabarnya dibuang dijalan oleh majikannya dan dirinya mengalami lupakan ingatan . Parahnya yang hanya ia ingat hanya kota Jogja. Foto tersebut pun langsung membuat heboh para natizen dan sampai saat ini foto itu telah dibagikan sedikitnya hingga 2.791 kali.

Dalam foto tersebut juga terdapat sejumlah keterangan agar pengguna lain dapat meneruskan atau share postingan tersebut dengan harapan ada keluarga yang mengenali TKW yang belum diketahui identitasnya itu.

Dalam keterangan foto itu bertuliskan :

“Mohon Share…!”

“Ini Foto TKW yang di tinggalkan oleh majikan di tepi jalan.Di Daerah ampang poit selangor malaysia , Ibu ini asal jogja.”

“Bagi siapa Kenal dan tau keluarganya di mohon hubungi pihak kami atau KBRI kuala lumpur.”

“Ibu ini punya sakit siuman Jadi Pihak KBRI tidak tahu mau di pulngkan ke mana, Dia hanya ingat Dari Jogja. Atas bantuanya Kami ucapkan trimakasih,”tulis akun Celoteh TKI.

Tak hanya keterangan seperti di atas, ajkun Celoteh TKW juga menjelaskan pihak KBRI bukan tidak mau mengantar ke Yogya (jika benar dari Yogya) tapi butuh pencarian keluarganya.”PIHAK KBRI bukan tidak mau mengantar ke jogja,ini kan baru di temukan,Jadi tindakan awal mencari keluarganya,”tulisnya Senin (14/12/2015).

Menanggapi kasus ini , Hesti Dewayani dari KBRI Kualalumpur menyatakan temuan kasus TKI hilang ingatan masuk ke shelter memang pernah terjadi. Namun KBRI menyatakan kejadiannya sudah lama sehingga butuh dipastikan lagi, untuk kasus informasi yang muncul di media sosial akan dipastikan.

Kasus ini juga mengundang sejumlah argumen apakah benar BP3TKI siap pulangkan para TKW tersebut ?

Menanggapi pertanyaan ini Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Yogyakarta belum bisa memastikan apakah yang bersangkutan berasal dari Yogyakarta.

“Kita dari Yogyakarta sudah lama tidak mengirimkan tenaga kerja informal seperti pembantu rumah tangga ke luar negeri gubernur melarang itu, saya kira di kabupaten-kabupaten juga sudah tidak mengizinkan itu,” ujar Diah Andarini, Kasi Penempatan BP3TKI Yogyakarta di kantornya Jalan, Sambisari Kalasan Sleman Senin (14/12/2015), seperti yang dilansir dari Tribunnews.com (16/12).

Hal ini dikarenakan kasus seperti ini sudah sering terjadi. Dia mencontohkan beberapa waktu lalu ada seorang TKI asal Bantul yang meninggal di Mesir akhirnya juga diketahui berangkat melalui jalur yang tidak prosedural, sebab secara prosedural memang sudah tidak boleh. Pada saat itu juga dirinya sudah mendapat info jika yang bersangkutan merupakan pekerja informal, sebab ada persyaratan umum yang diterapkan oleh mayoritas perusahaan di Malaysia yaitu umur 18-30 tahun.

Sedangkan dari foto yang beredar diperkirakan perempuan tersebut berumur lebih dari 40 tahun.

“Kalau ada nama, nomer KTP atau nomor passport mungkin kita bisa tahu. Kita bisa lihat dari situ tapi kalau hanya dilihat dari foto kita gak bisa,” tambahnya.

Pihaknya sendiri juga belum dihubungi oleh KBRI Malaysia karena kemungkinan pihak di sana juga belum mendapat identitas lengkap yang bersangkutan.

More From: Berita Menarik