4 Negara Ini Melarang Warganya Merayakan Valentine, Jika Tetap Merayakan Akan Mendapatkan Akibat yang Mengerikan


iran

[ads1]Palingseru.com – Valentine Day’s atau yang bisa disebut sebagai hari kasih sayang yang jatuh pada tanggal 14 Februari ini dijadikan moment paling spesial dan romantis bagi pasangan. Seringkali cokelat dan bunga mawar menjadi simbol kasih sayang yang diberikan pasangan di hari Valentine itu. Namun ternyata tidak semua negara memperbolehkan rakyatnya untuk merayakan valentine.

Ada sejumlah negara yang mengharamkan perayaan Valentine. Bahkan bagi mereka yang ketahuan tetap merayakan valentine akan mendapatkan akibat dan sanksi yang mengerikan.

Seperti yang dilansir dari Merdeka.com, inilah dia diantaranya :

1. Malaysia

Malaysia merupakan salah satu negara yang melarang rakyatnya merayakan valentine. Larangan ini diketahui dari sejumlah kampanye anak muda dengan membagikan lembaran brosur berwarna merah jambu yang berisi tulisan dengan judul Hukum Valentine’s Day. BrosurĀ  tersebut di bagian disekitar jalan dekat Departemen Mufti Selangor.

Kampanye itu disaksikan langsung oleh SMK Seksyen 9 di Negara Bagian Selangor, Malaysia yang pada saat itu dirinya pulang sekolah. Banyak siswa malah menertawakan isi tulisan di selebaran yang mereka baca. Mereka mengatakan sudah tahu ada larangan itu kenapa masih juga kampanye kan buang – buang waktu.

Kepala Asisten Mufti Mat Jais Kamos mengatakan kampanye itu bertujuan memberitahu kaum muda muslim soal aturan tahun 2006 dimana pemerintah pada saat itu memfatwakan larangan bagi kaum muda muslim merayakan Hari Kasih Sayang.

“Kami tidak ingin muda-mudi terjebak dalam perayaan Hari Valentine dengan lebih mengutamakan hubungan dua insan ketimbang mencintai anggota keluarga atau kasih sayang antara pasangan suami-istri,” kata Mufti Mat Jais Kamos , seperti yang dilansir dari Merdeka.com (15/2).

2. Pakistan

Pakistan juga merupakan salah satu negara yang haram merayakan Valentine. Presiden Pakistan Mamnun Hussain sendiri mengimbau penduduknya untuk tidak merayakan hari kasih sayang karena perayaan Valentine identik dengan budaya Barat yang tidak baik karena mengkhawatirkan bisa mengurangi keislaman di Pakistan.

“Hari Valentine tidak ada hubungannya dengan kebudayaan kita, hal ini harus dihindari,” ucap sang presiden, Mamnun Hussain.

Namun ternyata rakyat pakistan masih banyak yang merayakan valentine. Hal ini dilihat dari kenaikan keuntungan dari penjual bunga, banyak pasangan yang mencari bunga sebagai kado di hari valentine.

Mirisnya presiden Pakistan tidak terlalu memberikan sanksi tegas bagi yang ketahuan merayakan valentine.

3. Iran

Iran juga termasuk salah satu negara yang tidak memperbolehkan rakyatnya untuk merayakan Valentine. Pemerintah Iran juga telah melarang setiap toko untuk tidak menjual produk bernada valentine. Bahkan bagi toko yang tetap menjual pernak – pernik berbau Valentine akan dikenakan sanksi tegas.

Kampanye pemerintah Iran untuk melarang warganya merayakan Valentine dilihat dari sejumlah selebaran larangan yang telah ditempelkan di toko-toko dengan bertuliskan ‘turunkan buday Barat lewat ritual Valentine’ terpampang dalam aksi pemerintah ini.

4. Uzbekistan

Larangan perayaan Valentine juga terdapat di negara Uzbekistan . Bahkan warga disana memiliki ide menarik untuk mengganti perayaan Valentine dengan peringatan kelahiran Kaisar Moghul Babur.

Warga di Uzbekistan sendiri mempercayai jika perayaan valentine merupakan kebiasaan fatal karena hari Valnetine dianggap dari ‘kekuatan dengan tujuan jahat yang bertekad mengakhiri nilai-nilai kebangsaan’.

Sementara itu, pemerintah Uzbekistan berusaha melakukan upaya mempromosikan pembelajaran dan penghargaan kepada pahlawan nasional Babur.

Seorang pejabat dari Kementerian Pendidikan untuk Pencerahan dan Promosi mengatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan keputusan internal agar tidak merayakan Hari Valentine yang asing bagi budaya Afghanistan dan sebaliknya mempromosikan hari lahir Babur. Akan tetapi , pencerahan ini tidak berjalan mulus , sejumlah reaksi beragam muncul dari warga atas keputusan pembatalan perayaan Hari valentine.

“Itu adalah hari ulang tahun nenek moyang kami yang besar, Mohammed Zahiriddin Babur,” ujar Abdullaw, seorang warga dari Ibu Kota Tashkent. “Mengapa kita harus merayakan ini dengan peringatan buatan dan belaka? Ini tidak sesuai dengan mentalitas dan sejarah kita.”

Nah, itulah dia keempat negara yang memiliki larangan merayakan Valentine.

More From: Menarik