Kisah Rizki, Bocah yang Meninggal Dunia Usia Ditolak BPJS di 6 Rumah Sakit, Jenazahnya Sempat Ditahan


rizki-pasien-bpjs_20160830_064719

Palingseru.com – Kisah haru seorang bocah berusia 2,9 tahun yang meninggal dunia setelah ditolak oleh enam rumah sakit besar.

Padahal, bocah yang bernama M. Rizki Akbar itu merupakan pasien pemegang kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS). Tapi tetap saja ia tidak dilayani dengan benar di rumah sakit besar.

Kisahnya langsung ramai dibicarakan di media sosial Facebook. Seorang pengguna Facebook yang bernama Yuli S pun menceritakan kisah kronologi tentang Rizki yang meninggal setelah ditolak 6 rumah sakit besar.

Berkit kisah lengkapnya, yang diceritakan oleh Yuli S di akun Facebooknya, seperti dilansir Tribunnews.com.

Baca juga : Duh Kasian, Pasien Peserta BPJS ini diusir dari Rumah Sakit dalam Kondisi Koma

“Pagiii sahabatku tercinta…trimakasih karna kisah ananda Rizki jadi perhatian masyarakat berkat sahabat semua,byk pertanyaan masuk mengenai kronologi penolakan 6 RS besar penerima BPJS dan penyakit apa yg merengut nyawa bocah cilik yg sedari kecil terlihat sehat ini.

Saya sudah berjanji akan menceritakan secara detil lengkap dgn bukti2 surat rujukan dan sebuah resep pemberian obat batuk dr RS jantung terbesar di jkt yg di UGDnya memeriksa rizki tdk sampai 10 menit dan memulangkan ananda rizki dgn mengatakan anak ibu gak apa2 cm batuk dan radang biasa.

tapi sptnya nasib bicara lain, sptnya kasus ini akan terbuka dan semoga dpt mengubah wajah pelayanan RS dan perbaikan program BPJS kedepannya,

baru saja pagi ini saya dihub media elektronik yg menanyakan kronologinya dan meminta nomer hp orang tua rizki ,saya msh gemetar menahan tangis haru saat ini ,terbayang peristiwa sabtu malam di Eka hospital,sy ceritakan kembali yaaa…

Kira2 jam 8 malam pak latief, ayah rizki telp saya mengabarkan berita duka dgn menangis, “Bu yuli anak saya udah ngak ada,tolong saya buu…saya takut dipersulit lagi,karna msh ada kekurangan biaya,ibuu kesini yaa”

Saya jawab “kamu tenang,jgn panik,persiapkan segala sesuatunya,kabarkan sanak saudara ,ikhlaskan,urusan dgn administrasi saya dampingi,saya pastikan jenazah anakmu bisa keluar,tunggu saya yaa”

Malam itu komplek dekat rmh saya msh banjir,hujan besar sore hari sempat membuat saya dan anak saya basah kuyub membersihkan talang diatap rumah yg membuat dapur saya banjir,saya sampai memakai 3 lapis baju agar hangat,saya ga brani bawa motor sendiri karna badan yg kurang fit,eka hospital lumayan jauh dan gojeklah andalan saya satu2nya.

Kira2 jam 9 lewat saya sampai di RS,langsung menuju ruang ICU,mendoakan dan menatap wajah ganteng rizki yg tertidur utk selama lamanya,berfoto utk keperluan dokumentasi trus keluar dr ICU.

“Gimana??udah dipanggil Adm?tanya saya ke ayah rizki..”udah bu,karna kasir atas tutup jadi mesti ke kasir bawah di UGD,”

Akhirnya saya mengurus kebawah dgn pak latief,dan jawaban petugas tidak bisa harus dibayar br jenazah keluar.dari sini mulailah saya memposting minta bantuan teman2,byk no masuuk ke saya,dr pejabat dinkes banten,sampai dinkes tangsel yg no nya ga bisa dihub,sampai kira2 jam 11 an lewat seorang teman dr PIN Nova telp saya dan akan membantu menghub fihak direktur RS Eka yg kebetulan msh aktif hpnya,

saya merasa mendapat angin segar,saya kabarkan ke kelnya,ayo kt berdoa sptnya ga lama lagi karna temen saya udah sampai ke direktur kata sy saat itu,sesaat wajah2 lelah dan cemas terlihat lega,telp dan WA saya trs berbunyi,teman2 media sy yg msh stand by trs mensuport,

“Gimana bu yuli apa kita ramein dan geruduk aja??pasukan siap nihh….”
Ga usah kt saya tenang,udah sampai keatas,mungkin gak lama selesai,td direkturnya bilang mo investigasi ke bawah knpa spt itu,jelas2 menyalahi prosedur,sabarr kalo cm miss kasian RS ini kalo terekpos.

Waktu terus berjalan,1 jam sudah lewat saya sampai capek mondar mandir kaya setrikaan didepan petugas Adm,akhirnya ga sabar juga,”Mas gimana?kok lama sih..td fihak saya udah bicara dgn bpk H lho,dia pejabat disini,blm ditelpon yaa tanya saya.

“sebentar bu saya telp ke manager saya dulu.”

Saya dr awal mencoba sabar karna melihat wajah tegang pak toro petugas adm ini,terlihat stres dan setiap saya bicara dia menjawab dgn takut2 dan bibir bergetar,saya jd inget adik saya yg bekerja di RS yg pernah pesen saya ga boleh kasar dan galak kalo sama petugas dibawah,sampai akhirnya saya naik pitam juga saat petugas bilang “tetep ga bisa buuu”

haduhhh”mana mas coba saya bicara via hp dgn managernya”wahh ngak bisa buu,..siapa namanya dan manager apa mas tanya saya “manager keuangan buu…spontan nada saya meninggi

“mas tau ngak ini nama besar RS dipertaruhkan,teman2 saya dr media mo meluncur kesini saya larang demi RS ini, saya jg bisa panggil polisi,karna RS sakit ini ga berhak menahan jenazah dan byk lagi kata2 saya yg membuat petugas di adm terdiam tegang,saya berusaha menahan amarah dan tangis sekuat tenaga dan terduduk
dilantai, ayah ibu rizki memegang tangan saya,nenek dan kakeknya,uwaknya mrka duduk dilantai menenangkan saya dgn harap2 cemas,setengah berteriak saya berkata”maaf kalau rizki tdk bisa cepat keluar,

saya baru kali ini ga bisa tembus,kalau memang hrs tertahan sampai bsk pagi,Allah punya rencana lain,Rizki besok akan bikin geger,pasti akan terekpos,rizki ga akan rela diperlakukan spt ini,kita semua hrs siap,rizki memang udah pergi tp dia akan mengubah dunia,dia ga mau ada rizki2 yg lain”

itu yg saya ingat karna tiba2 saja namanya dipanggil dan reflek kita semua berhamburan ke petugas dan Alhamdulillah ga pake lama ,bikin pernyataan Rizki akhirnya bisa keluar dr RS pd pkl 1.30 minggu dini hari.”

Banyak netizen yang memuji ibu Yuli dengan apa yang dilakukannya untuk membantu mengeluarkan jenazah Rizki. Sejak di posting hingga kini kisah Rizki ini telah  203 kali dibagikan dan mendapat 263 like.

 

More From: Berita Menarik