Jadi Manusia Tertua di Dunia ini Curhatan dan Keinginan dari Mbah Gotho


curhatan-manusia-tertua-mbah-gotho-di-usianya-yang-ke-145-tahun

Palingseru.com – Mbah Gotho yang merupakan warga Dukuh Segeran, Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Sragen kini terus menjadi pemberitaan publik setelah dirinya dinyatakan sebagai pria dengan umur tertua di dunia.

Tak hanya media berita lokal saja, media berita asing juga terus meliput kisah tentang Mbah Gotho ini. Diberitakan jika mbah Gotho yang merupakan pria asli Sodimejo ini berusia 145 tahun.

Dengan usia yang melebihi satu abad ini , kondisi Mbah Gotho masih sehat bugar. Bahkan dirinya masih lancar berbicara.

Di usianya yang sudah tua ini , mbah Gotho ternyata sudah punya keinginan untuk mati. Bahkan demi memenuhi keinginannya itu , mbah Gotho telah menyiapkan sebuah batu nisan berwarna krem bertuliskan Sodimejo.

Baca juga : Raja Bintang Film Panas Ini Menceritakan Penderitaannya Selama Berkarir. Ia Sudah Main dengan 8000an Cewek

Menurut pengakuannya , batu nisan itu dia beli dan ditaruh di teras rumah sejak 30 tahun lalu. Kemudian papan kayu sebagai bahan peti mati juga sudah Mbah Gotho beli. Demikian juga sebuah kapling tanah di pemakaman desa sudah disiapkan sejak lama.

Mbah Gotho menyiapkan perlengkapan untuk kematiannya itu karena tak ingin merepotkan anak cucunya, saat dipanggil yang kuasa nanti.

“Empun kula siapke kabeh candi niku, kayu terbelo, kalih nggen ten kuburan mrika. (Sudah saya siapkan semua batu nisan, kayu peti mati, dan tempat di kuburan sana). Simbah itu sudah bosen hidup, pinginnya mati. Tapi beliau itu tidak pernah merepotkan anak cucunya. Semua bisa dilakukan sendiri,” tutur mbah Gotho.

Dan salah satu pengakuan yang membuat banyak orang terharu jika selama hidupnya ini ada salah satu hal yang paling dirindukan Mbah Gotho.

Salah satunya Mbah Gotho merindukan kemunculan bulan. Menurut Mbah Gotho di dunia ini, terutama di kampungnya bulan sudah lama tidak muncul, apalagi bulan purnama.

“Saiki wis raono mbulan, wis suwe ora njedul neng langit (sekarang ini sudah tidak ada bulan, sudah lama tidak muncul di langit). Pun dangu mboten enten mbulan, kula kangen sanget, kepingin nonton mbulan, nopo isih enten sak niki (sudah lama tidak ada bulan, saya rindu pingin lihat bulan apa masih ada sekarang,” ucap mbah Gotho.

Belum diketahui apa maksud mbah Gotho merindukan bulan, yang jelas mbah Gotho sudah lama tak melihat bulan bersinar terang.

Lihat juga : Mbah Gotho Asal Seragen ini Mendadak Bikin Dunia Heboh dan disorot Media Media Asing. Ternyata Usianya Tertua di Dunia


Like it? Share with your friends!