Gila dah Sniper Ini Merayap Sejauh 3,2 Km Hanya Untuk Menembak Seorang Jendral. Seperti Ini Kisahnya


Gunnery_Sgt_Carlos_Hathcock_23

palingseru.com – Gunnery Sgt. Carlos Hathcock, seorang penembak mematikan dalam sejarah. Saking hebatnya menembak, ia sering dikirim untuk melakukan berbagai misi. Salah satunya adalah misi saat dirinya harus menembak seorang jenderal Vietnam.

Dikutip VIVA.co.id, Hathcock yang merupakan bagian dari Korps Marinir. Ia mendapat tugas untuk membunuh seorang jenderal Vietnam. Namun untuk melakukan misi ini, ia harus merangkak hampir dua mil atau sekitar 3,2 km.

Hal ini semua dilakukannya dengan sendiri. Ini karena dia tidak ingin ada anggotanya yang berguguran hanya karena melakukan sebuah misi tersebut.

“Aku tidak ingin satu pun dari orang-orang saya mati, dan jadi aku mengambil misi itu sendiri,” kata Hathcock dalam sebuah wawancara.

carlos

Hathcock kemudian diterbangkan menuju tujuan. Dia turun dengan jarak yang masih cukup jauh dari target. Hal ini dilakukan agar keberadaannya tidak diketahui oleh tentara Vietnam. Dia lantas melanjutkan perjalanannya dengan berjalan.

Untuk mendekati lokasi target, yang berjarakkan sekitar 1,3 km, Hathcock harus merayap.

“Saya bergerak dengan menggunakan sisi tubuh saya. Tidak merayap menggunakan perut karena jejaknya akan lebih besar jika seperti itu. Aku bergerak dengan cukup teliti, sangat teliti. Aku tahu aku punya cara panjang untuk pergi, tidak ingin ban sendiri terlalu banyak.”

Saat ia merayap, ia hampir ditemukan beberapa kali oleh tentara musuh. Namun bukan Hathcock namanya jika dia tidak bisa bersembunyi.

Setelah berjuang begitu lama akhirnya Hatthcock mendekati lokasi sasarannya. Dia kemudian mengambil tempat yang pas untuk melakukan penembakan. Saat itu lokasi yang dipilihnya adalah rerumputan.

“Saya melihat semua orang berlarian pagi itu, dan saya akan menembak salah satunya.”

“Ketika saya membuat tembakan, semua orang berjalan ke arah pohon-pohon karena menduga penembak ada di situ,” lanjutnya.

Dan penembakan yang dilakukannya berhasil mengenai sasaran. Peluru menembus dada jenderal yang jadi targetnya.

Setelah berhasil melakukan misinya, ia pun langsung melarikan diri. Untuk pelarian diri ini jauh lebih sulit dibandingkan saat menjalankan misinya. Ia harus merangkak di daerah parit kemudian kembali merangkak keluar dari wilayah tersebut. Setelah itu barulah dia bisa berjalan seperti orang normal.

Selama empat hari melakukan perjalanan, kondisi tubuhnya sempat menurun yang membuatnya jatuh pingsan. Namun dia berhasil kembali ke daerah asalnya dan membuktikan kecemerlangan idenya.

“Saya pergi ke parit dengan sedikit celah karang, dan berhasil sampai ke garis pohon, dan saya sempat pingsan ketika saya berdiri,” tuturnya.


Like it? Share with your friends!