5 Pesawat Tempur Australia ini Perlu Diwaspadai Oleh Indonesia


1

Palingseru.com – Dalam dekade ke depan Australia terus membangun kekuatan udaranya, baik dalam spectrum tempur maupun intelligence, surveillance and reconnaissance (ISR) atau intelijen, pengawasan.

Ditakutkan jika kekuatan Australia di sisi udara akan menjadi ancaman besar bagi negara Indonesia yang bertetanggaan dengan Australia dan sering memiliki hubungan tidak nyaman dengan Australia.

Nah, berikut ini ada lima pesawat tempur Australia yang perlu diwaspadai oleh Indonesia. Seperti dilansir forum.viva.co.id, berikut ulasannya.

Baca juga : 4 Pesawat Tempur Canggih yang Jadi Andalan TNI AU Saat Ini
1. Hornet dan Super Hornet

1

Saat ini kekuatan udara Australia masih bertumpu pada  F/A-18 Hornet dan Super Hornet. Angkatan Udara Australia (RAAF) saat ini memiliki 71 F / A-18A / B Hornet yang beroperasi di tiga skuadron tempur dan satu unit konversi operasional berbasis di Williamtown dekat Newcastle dan Tindal di Northern Territory.

Hornet klasik Australia secara substansial telah ditingkatkan selama dekade terakhir dengan menerima radar AN / APG-73 untuk menggantikan APG-65, MIDS / Link 16 datalink, Boeing / VSI Joint Helmet Mounted Sistem isyarat , penerima peringatan radar AN baru, Saab BOL countermeasures dispensers dan Elta EL / 8222 jammer pod.

2. EA-18G Growler

070409-N-6247M-027 WHIDBEY ISLAND, Wash. (April 9, 2007) - An EA-18G Growler lands at Naval Air Station Whidbey Island for the first time. The Growler is being developed to replace the fleet's current carrier-based EA-6B Prowler. The next-generation electronic attack aircraft, for the U.S. Navy, combines the combat-proven F/A-18 Super Hornet with a state-of-the-art electronic warfare avionics. The EA-18G is expected to enter initial operational capability in 2009. U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 1st Class Bruce McVicar (RELEASED)

12 EA-18G Growler rencananya akan mulai bergabung dengan Super Hornet di Amberley pada tahun 2017. Sejumlah kru RAAF sudah berbasis di Angkatan Laut AS NAS Whidbey Island di negara bagian Washington untuk bermigrasi ke jet ini.

Growler diharapkan untuk mencapai kemampuan operasional awal dengan RAAF pada 2018, sementara kemampuan operasional penuh kemungkinan akan mengikuti setelah rentang EW diaktifkan.

3. F-35 Lighting II

The first Royal Australian Air Force F-35A Lightning II jet arrived at Luke Air Force Base Dec. 18, 2014. The jet’s arrival marks the first international partner F-35 to arrive for training at Luke. (U.S. Air Force photo by Staff Sgt. Staci Miller)

Selanjutnya ada F-35 Lighting II Australia yang telah dikirim ke sekolah pelatihan F-35 USAF di Luke AFB di Arizona pada bulan Desember 2014. RAAF telah memiliki teknisi yang telah ditempatkan sejak Juni untuk melantik pesawat dan membangun detasemen Australia.

Unit F-35A pertama di Australia akan dilaksanakan Skuadron 3 berbasis di RAAF Williamtown, yang saat ini terbang F / A-18A Hornet, dan empat F-35A pertama diharapkan tiba di Australia pada 2019 untuk mendukung kegiatan uji dan evaluasi operasional setempat sebelum izin operasional akhir diharapkan akan didapat pada 2020-2021.

4. Boeing E-7A Wedgetail AEW & C

4

Boeing E-7A Wedgetail AEW & C yang dioperasikan oleh Skuadron 2 di Williamtown telah membulai debut operasionalnya atas Irak pada bulan Oktober, dan menyediakan komando dan kontrol di medan pertempuran riil.

Setelah pembangunan yang berkepanjangan, radar elektronik dipindai array (MESA) Wedgetail di Northrop Grumman multirole kini mencapai stabilitas yang lebih besar dengan perangkat lunak baru, dan dalam banyak parameter dikatakan melebihi spesifikasi kinerja asli.

5. P-8A Poseidon

5

Angkatan Udara Australia secara bertahap mulai menarik Lockheed AP-3C Orion pesawat pengintai maritim dari layanan dan dalam persiapan untuk pengenalan Boeing P-8A Poseidon.

Australia telah lama ingin menggunakan P-8A Poseidon yang berbasis 737-800 untuk menggantikan Orion merekas setelah bergabunig dengan program pengembangan P-8 Angkatan Laut AS pada tahun 2007.

Itulah dia ke lima pesawat tempur Australia yang harus diwaspadai oleh Indonesia.


Like it? Share with your friends!