SBY dapat Hadiah Rumah dari Negara, Seperti ini Kemewahan Rumahnya


Palingseru.com –  Polemik kembali terjadi tatkala mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau kerap dipanggil SBY menerima hadiah berupa rumah mewah dari pemerintah Indonesia di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Menurut Asisten Deputi Humas Kementerian Sekretariat Negara Masrokhan, pemberian rumah tersebut sudah diatur dalam undang-undang.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7/1978 tentang Hak Keuangan/Administratif Presiden dan Wakil Presiden pada pasal 8, “Kepada bekas Presiden dan bekas Wakil Presiden yang berhenti dengan hormat dari jabatannya, masing-masing diberikan sebuah rumah kediaman yang layak dengan perlengkapannya.”

“Rumah SBY di jalan Mega Kuningan Timur VII, Kuningan, Jakarta Selatan,” ujar Masrokhan, seperti yang dilansir oleh Detik (29/10/2016).

Masrokhan juga menjelaskan bahwa sebenarnya rumah tersebut sudah ada sejak setahun lalu namun masih dalam tahap pembangunan. Lahannya pun dipilih sendiri oleh negara dan penyerahannya secara resmi baru dilakukan pada tanggal 26 Oktober 2016 lalu. Namun ketika ditanya berapa pengeluaran negara yang digunakan untuk membeli lahan sampai dengan membangun rumah itu, Masrokhan enggan membeberkannya.

“Iya, (penyerahan rumah) sudah dilakukan pada hari Rabu lalu,” katanya.

Tentu saja, walaupun sudah diatur dan ditetapkan dalam undang-undang, namun tetap saja hal ini menjadi polemik. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Pengamat Anggaran Politik dan Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi.

Bagian dalam rumah

“SBY sudah kaya, dan sudah punya rumah, hidup pun sudah lumayan, untuk apa lagi dapat uang dari negara. lebih baik itu (rumah) dikembalikan saja. Tapi kalau pun SBY terima, itu hak dia. Tapi bisa menjadi bumerang buat citra dia. Nanti diketawai oleh masyarakat, SBY sudah kaya masih suka rumah kayak gitu, citranya akan buruk. Lebih baik uang tersebut diberikan kepada sektor lain yang lebih membutuhkan. Mantan presiden kita tidak ada yang tidak punya rumah, bahkan mereka hartanya bertambah setelah menjadi presiden, tapi mengapa masih ada pemberian rumah dari negara kepada mantan presiden,” ujar Uchok.

Hal senada seperti yang diucapkan Uchok juga dilontarkan oleh Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti. Menurut Rangkuti, selama ini SBY sudah memiliki banyak harta dan juga telah mempunyai rumah di daerah Cikeas, maka seharusnya negara perlu mempertimbangkan lagi pemberian rumah tersebut.

“SBY sudah punya rumah di Cikeas. Perlu dipertimbangkan apakah rumah tersebut berguna bagi SBY atau tidak,” ungkap Rangkuti.

Bagian dalam rumahSUMBER: suratkabar.id


Like it? Share with your friends!