Gara-Gara Tiga Kalimat ini Membuat Buny Yani Jadi Tersangka


Palingseru.com – Hanya karena menuliskan tiga kalimat saja Buni Yani akhirnya resmi menjadi tersangka dari kasus penghasutan berbau SARA.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono, mengatakan jika pokok persoalannya ada di Buni Yani yang telah mengunggah  Video pidato Ahok berdurai 30 detik, tapi ada pernyataan yang dianggap menghasut.

“Perbuatannya bukan memposting video, tapi perbuatan pidananya adalah menuliskan 3 paragraf kalimat di akun facebooknya ini,” ujar Awi di Mapolda Metro Jaya, Rabu (23/11), seperti dilansir Merdeka.com.

Tiga kalimat itu yaitu :  ‘PENISTAAN TERHADAP AGAMA?’. Kedua, kalimat bertuliskan ‘Bapak Ibu (pemilih muslim).. Dibohongi Surat Almaidah 51 (masuk neraka) juga bapak ibu. Dibodohi’. Kalimat ketiga, ‘Kelihatannya akan terjadi suatu yang kurang baik dengan video ini’.

Baca juga : Ahok Diperiksa Sebagai Tersangka Penistaan Agama, Doa Ibunya Lewat Telepon Bikin Netizen Terharu

“Tiga paragraf inilah berdasarkan saksi ahli meyakinkan penyidik yang bersangkutan melanggar pasal 28 ayat 2 UU ITE,” jelas Awi.

Polisi sebenarnya tidak mempermasalahkan jika videonya diedit dari rekaman asli yang berdurasi 1 jam 40 menit menjadi hanya 30 detik saja. Namun, kalimat yang dituliskan Buni Yani di akun Facebbooknya itu yang dipermasalahkan.

Buni Yani dikenakan Pasal 28 ayat 2 dan Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau biasa disebut UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 Miliyar.

Buni Yani dilaporkan oleh Komunitas Advokat Muda Ahok- Djarot (Kotak Badja), yang tertuang di dalam laporan polisi bernomor LP/ 4837/ X/ 2016/ Dit Reskrimsus, Jumat (7/10) lalu, atas pencemaran nama baik.

 


Like it? Share with your friends!