Heboh! Soal Ujian Akhir Semester ini Ada Nama Ahok dan Partai Kafir. Seperti ini Kata Guru Pembuat Soal


Palingseru.com – Natizen media sosial lagi – lagi dihebohkan dengan soal ujian yang sedikit nyeleneh. Dan kali ini natizen sedang geger memperbincangkan soal ujian akhir semester SMP Muhammadiyah 1 Purbalingga, Jawa Tengah dimana di dalam soal itu ada nama Ahok dengan kasus penistaan agamanya,

Soal ujian dalam kurikulum mata pelajaran Tarikh yang sebenarnya lebih membahas soal sejarah perkembangan Islam tapi tidak di soal tersebut malah terlihat jauh melenceng.

Baca juga : Soal Ujian Yang Dibuat Dosen ini Menampar Mahasiswa Banget, Kamu Mau Tahu Seperti apa Isinya

Poin pertama mengungkit nama calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan poin kedua penyebutan kata kafir dan menyertakan sederet nama partai politik dalam jawaban pilihan ganda tersebut.

Berikut kutipan soal tersebut

foto-soal-ahok-dan-partai-kafir_20161209_211555

Dari foto soal tersebut terlihat jelas soal nomor 48 melenceng ke kasu Ahok.

48. Siapakah nama calon gubernur Jakarta yang melecehkan Alquran saat ini?”

Di bawah pertanyaan itu tersedia pilihan jawaban, A. Paijo B. Ahik C. Ken Ahok D. Basuki Candra (Ahok).

Selain soal nomor 48, terdapat soal lain yang kontroversial pada lembar soal itu, yakni soal nomor 50.

Soal tersebut berbunyi, partai politik yang tidak mengenal Islam bahkan memusuhinya adalah: A. PPP, B. PAN, C. SI, dan D. PKI Kafir.

Dari kasus ini pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Ahmad Muhdzir ikut bersuara dan mengaku sangat menyayangkan hal tersebut.

Apalagi dalam materi soal tidak berhubungan sama sekali dengan kurikulum mata pelajaran Tarikh yang lebih membahas soal sejarah perkembangan Islam.

“Sudah dikonfirmasi semuanya oleh Bupati kepada yang bersangkutan. Agar kejadian serupa tak terulang lagi,” kata Muhdzir.

Sementara itu , Muhdzir mengatakan Kemenang punya program pembinaan terhadap guru pendidikan agama Islam. Pihaknya selalu menanamkan nilai-nilai toleransi untuk menangkal masuk paham radikalisme di dunia pendidikan.

“Sepertinya guru itu belum ikut dalam pembinaan kami. Dan mata pelajaran itu masuk muatan lokal, sehingga soalnya yang membuat dari pihak internal,” beber dia.

Ujian mata pelajaran Tarikh itu diperuntukkan untuk kelas IX pada Jumat, 2 Desember 2016. Ada 50 soal pilihan ganda dan lima soal dengan jawaban terbuka.

Bagaimana tanggap guru pembuat soal itu ?

pelaksana-tugas-kepala-kantor-kementerian-agama-kabupaten-purbalingga-ahmad-muhdzir_20161209_205018

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purbalingga menyesalkan terbitnya soal ujian akhir semester menyinggung calon gubernur DKI Jakarta.

Pertanyaan yang dimaksud tercantum dalam soal ujian akhir semester untuk mata pelajaran Tarikh di SMP Muhammadiyah 1 Purbalingga, Jawa Tengah.

Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PDM Purbalingga, Sukamto, mengatakan pihaknya telah memanggil guru pembuat soal dan memberikan teguran keras.

“Dia sudah membuat surat pernyataan bermaterai, berisi permohonan maaf dan berjanji tidak akan mengulang lagi. Surat itu sudah ditembuskan ke wilayah dan pusat,” kata Sukamto saat dikonfirmasi pada Jumat (9/12/2016).

Sukamto menegaskan jika kejadian serupa terulang, guru berstatus tetap yayasan tersebut harus siap dikeluarkan.

Menurut Sukamto, soal nomor 48 tersebut tidak sesuai dengan materi kurikulum mata pelajaran Tarikh yang seharusnya membahas tentang sejarah Islam. Materi di soal tersebut tak masuk ranah pendidikan.

“Saya juga tidak mengerti motivasi guru membuat soal itu. Apa karena terbawa emosi saya juga tidak tahu,” Sukamto menambahkan.

Sukamto mengatakan, setiap akhir semester gasal masing-masing sekolah melalui guru mata pelajaran memang diberi kewenangan menyusun soal ujian untuk siswa mereka.

Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PDM Purbalingga ikut menentukan soal pada saat penilaian akhir untuk kenaikan kelas.

Setelah kejadian ini, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PDM Purbalingga akan mengadakan rapat evaluasi dan mengumpulkan seluruh guru sekolah Muhammadiyah agar peristiwa serupa tak terulang.

Lihat juga : MEMALUKAN!!! Buat Soal Ujian “ASAL-ASALAN” Guru SD ini Perlu Direvolusi Mental


Like it? Share with your friends!