2 Kejadian Mengerikan Lomba 17 An yang Berujung Kematian. Salah Satunya Balap Karung Berdarah


Palingseru.com – Hari Kamis, tanggal 17 Agustus 2017 kemarin tidak hanya mencatat sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia saja tetapi juga mencatat berbagai kejadian yang tak diinginkan, mulai dari insiden pasukan pengibar bendera (Paskibra) yang gagal dalam mengibarkan bendera hingga kematian dua peserta lomba 17-an, Sahrian  (36), dan Icim alias Icin.

Berikut kisah lengkapnya, dihimpun dari TribunWow.com:

Icim alias Icin

via: tribunnews.com

Kemenangan Icim alias Icim saat menaklukan perlombaan pa**at pinang setinggi 7 meter di lapangan voli Jalan Merkuri Utara RT 05/03 Kelurahan Ma**ahlega, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, berakhir dengan tragis.

Batang pinang yang ia taklukan tak bisa menopang berat tubuhnya hingga akhirnya patah dan membuatnya terjatuh.

Warga Kampung Rancaloa 05/03, Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung ini dilaporkan meninggal di tempat, meski sebelumnya telah dilarikan ke RS Al Islam.

“Korban meninggal dunia setelah jatuh sewaktu korban mengikuti lomba pa**at pinang, ketika itu korban sudah sampai di atas dan mengambil hadiah tiba tiba batang pinangnya patah dari sambungan sehingga korban terjatuh dari ketinggian 7 meter,” terang Kompol Reny Marthaliana, Humas Polrestabes Bandung.

Sahrian

via: tribunnews.com

Lain halnya dengan Icim, Sahrian yang merupakan warga Desa Hayaping, Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah ini meninggal saat mengikuti lomba balap karung.

Sahrian dilaporkan ambruk dan bersimbah darah saat lomba balap karung di lapangan voli Desa Hayaping, pada Rabu (16/8/2017) sekitar pukul 16.00 WIB.

Usut punya usut, tumbangnya Sahrian hingga bercucuran darah disebabkan oleh JN (27). Pria yang dikabarkan sempat berbicara dengan korban sebelum meninggal ini, telah menusuk Sahrian dari posisi belakang.

Tak diketahui pasti apa motif pelaku, namun kasus ini sedang didalami pihak kepolian.

“Memang ada pemb**uhan dan pelaku sudah diamankan. Kini diperiksa oleh penyidik. Demikian pula dengan saksi-saksi,” kata Kapolres Bartim AKBP Raden Petit Wijaya SIK.

Korban diduga meninggal karena luka tusukan di punggung kiri sangat dalam hingga mengenai organ vital dan membuat kehabisan darah.


Like it? Share with your friends!