Pura Pura Mati, Pelatih Tinju Ini Akhirnya Membongkar Semua Kebusukan Istrinya


Palingseru.com – Umumnya, adegan pura-pura mati hanya dilakukan oleh para pemain sinteron ataupun film layar lebar. Namun kali ini justru terjadi di dunia nyata, dan dialami oleh Ramon Sosa (50), seorang pelatih tinju di Houston, Amerika Serikat.

Hal ini ia lakukan bukanlah tanpa alasan.

Seperti dikutip intisari.grid.id, Lulu Sosa yang merupakan istri Ramon telah menyewa pembunuh bayaran yang bersedia membunuh dia dengan membayar sebesar 2.000 dolar atau sekitar Rp 26 juta. Tak diketahui pasti apa motifnya, namun menurut sumber tersebut, hal keji itu dilakukan oleh sang istri semenjak kondisi perekonomian mereka melemah.

Dimana bisnis gym yang mereka kelola bersama telah ‘gulung tikar’. Kondisi inilah yang akhirnya memengaruhi hubungan mereka hingga akhirnya muncul niatan jahat tersebut.

Mengejutkannya, orang bayaran itu adalah teman sekaligus murid Ramon.

“Lulu mendekati seorang pria yang dipanggil Gustavo. Ia ingin tahu apakah Gustavo bisa membunuh. Tanpa ia ketahui bahwa kami berteman,” cerita Ramon pada situs The Sun.

Ramon mengatakan bahwa Gustavo dulu adalah sosok yang bermasalah namun semenjak berlatih dengannya, Gustavo telah berubah.

Mungkin karena hal ini pula, Gustavo yang menjadi pembunuh sewaan istrinya langsung menyampaikan niatan ini pada Ramon.

“Aku pikir ia bergurau, kemudian kami membuat sebuah rencana. Ia memakai alat perekam dan merekam tawaran Lulu yang akan membayar untuk membunuhku,” kata Ramon.

Rekaman yang menjadi alat bukti itu kemudian Ramon berikan kepada Kepolisian Montgomery County di Houston, tidak jauh dari rumah Ramon.

via: intisari.grid.id/ Ramon dan Lulu

“Polisi kaget dengan isi rekaman, tetapi muncul ide besar. Mereka memintaku untuk pura-pura mati, dengan demikian kita bisa menunjukkan fotonya kepada Lulu,” ujarnya.

Dengan dukungan dari FBI dan Texas Ranger, Ramon diberi makeup seakan ada lubang bekas peluru di pelipis sebelah kanan dan darah mengalir di wajahnya.

Setelah itu mereka pergi ke sebuah gurun di Texas, untuk mengambil foto yang seolah-olah menunjukkan dirinya benar-benar mati.

Setelah pura-pura mati, Ramon menghabiskan waktu selama 3 hari dengan bersembunyi di sebuah hotel.

Sementara itu polisi yang menyamar mengatur sebuah pertemuan dengan Lulu untuk memperlihatkan hasil foto Ramon yang telah mati dan menagih uang bayarannya.

Menurut polisi, Lulu tertawa melihat foto ‘mayat’ suaminya.

Sayangnya, itu ternyata adalah tertawa terakhir Lulu. Pasalnya, di hari itu pula, ia ditangkap Kepolisian Houston dan dijatuhi hukuman penjara selama 20 tahun.


Like it? Share with your friends!