Cerita Guide Gunung Salak ini Jadi Viral, Bawa Pendaki yang Tiba Tiba Jadi Pocong


via: tribunnews.com

Palingseru.com – Cerita guide Gunung Salak bawa pendaki yang tiba-tiba berubah jadi pocong mendadak jadi viral di media sosial.

Cerita seram tersebut bahkan sampai diretweet lebih dari 7 ribu kali dan disukai hampir 10 ribu pengguna Twitter.

BossantamvaN atau @arangga_aria, adalah akun yang membagikan cerita horor tersebut.

Cerita itu ia kisahkan berdasarkan dari pengalaman nyatanya saat masih duduk di bangku SMA atau 10 tahun yang lalu.

Melalui cuitannya, pria yang akrab disapa Aria itu memulai ceritanya saat dia diajak oleh seorang pria untuk menemaninya menjadi guide ke Gunung Salak, dengan bayaran Rp 500 ribu.

Tawaran itu spontan ia terima, karena kala itu kondisi ekomoninya sangat buruk. Saking buruknya, ia sampai harus berjuang menafkahi ibu dan adik-adiknya dengan bekerja sebagai kuli panggul di pasar.

Saat itu, Aria membawa tujuh pendaki dari Jakarta yang terdiri dari 3 wanita dan 4 pria. Ia kebagian jadi tim logistik waktu itu.

Perjalanan pun akhirnya sampai tepat pukul 17.00 WIB.

Sejak awal kedatangan hingga malam harinya, semuanya tampak baik-baik saja. Tapi hal aneh tiba-tiba terjadi saat menjelang tidur. Ririn, salah satu rombongan wanita, kehilangan mantelnya.

“Semuanya ikut nyari, semua tas di periksa, semua sudut tenda di periksa. tapi tetep aja ga ketemu. karna udah malem juga, semuanya sepakat besok pagi mau nyari lagi.”

“Semua pada istirahat, disana kita bikin 3 tenda. tenda pertama, sebelah kiri itu gua sama si abang. tenda cewe di tengah dan tenda cowo paling kanan.”

“Disaat yg lain masuk tenda, gua gatau mereka udah tidur apa belum, gua sama si abang ngobrol. lagi asik ngobrol, si abang ngeliat sesuatu, terus nanya ke gua “aria, abang ga salah lihat kan ya, itu apaan ya ??”

“Gua juga lihat, kaget gua. ternyata ada yg ngelayang, yg ngelayang itu warna putih, pertama gua nyangka itu pocong atau kuntilanak ternyata yg ngelayang itu mantel, mantelnya warna putih. gua nanya ke si abang “bang, itu mantel, mantelnya ririn kali ya ?? ambil yu bang”

“Si abang bilang “jangan diambil, kayanya mantel itu dipake sama jin, jangan disamperin, takut ada apa-apa, biar besok aja” gua ?? yaudah nurut aja, orang gua juga takut mau ngambil tu mantel.”

“Itu mantel ngelayang nya lumayan lama, gua ama sia abang ngeliatin aja terus, tapi ga berani ngambil. mantel sempet muterin tenda cewe, lalu ilang gitu aja ga tau kemana tu mantel perginya. si abang gemeteran, ngomong aja gajelas, apalagi gua takutnya kaya gimana tau” 

“Si abang bilang “aria baca doa, abang tidur duluan ya, aria jaga ampe jam 2. nanti kalo ada apa-apa bangunin abang” ((gua sama si abang gantian ronda, gua jaga pertama))”

Saat sedang ronda, dua rombongan wanita, Ririn dan Laras keluar ingin buang air kecil dengan ditemani oleh Aria.

Mereka menuju ke sungai untuk buang air kecil. Secara mengejutkan, di sana, mereka menemukan mantel Ririn yang hilang. Mantel itu berada di tengah batu besar di sungai tersebut.

Aria kemudian mengambil mantel itu tanpa memberi tahu kejadian yang ia lihat sebelumnya.

Ternyata, keputusan Aria mengambil mantel itu membawa petaka bagi mereka.

Saat Ririn masuk ke tenda untuk mengenakan mantel, tiba-tiba ia teriak sekencang-kencangnya. Ririn tampak kesurupan dan meminta dilepaskan dari mantel itu namun tak bisa.

Yang lebih bikin seram, Ririn yang berada di dalam mantel itu tiba-tiba berubah jadi pocong dan melompat ke luar tenda.

Seketika itu pula, api unggun mati dan senter tidak bisa berfungsi.

Dalam kondisi yang tak memungkinkan seperti itu, rombongan pun terpaksa turun gunung untuk mencari bantuan, sembari diikuti Ririn yang telah berubah jadi pocong dengan melompat satu pohon ke pohon lain.

Setelah berjalan sejauh beberapa kilometer, mereka akhirnya bertemu dengan ayah Ririn.

Dari situlah, Aria dan rombongan lainnya dibuat terkejut. Karena ternyata, mantel yang merubah Ririn jadi pocong itu milik ayahnya dan sudah dikuasai oleh jin.

Menurut ayah Ririn, ada semacam perjanjian antara ayahnya dengan penghuni mantel tersebut.

Jin itu merupakan penunggu pertambangan milik ayah Ririn, sehingga ada perjanjian terlarang yang mereka lakukan. Yaitu, ketika mantel itu dipakai oleh orang lain, maka orang itu akan meninggal jadi pocong dan jika 7 hari tak dilepaskan maka akan meninggal dunia.

Ayah Ririn dengan cepat membawa seorang kakek yang merupakan penghuni gunung Salak, dan kembali naik ke gunung ditemani Aria.

Menurut si kakek, pocong Ririn sudah dilempar ke luar gunung.

Setelah mencari ke sana ke sini, akhirnya mereka berhasil menemukan pocong Ririn yang sedang bertengger di atap rumah warga saat itu, dan langsung dilakukan pengusiran.

Kain kafan yang membelit tubuh Ririn pun akhirnya berhasil dilepaskan. Saat lepas dari mantel, Ririn keluar dalam kondisi telanjang dan tubuhnya kotor dan bau busuk.

Meski mantel itu telah dilepaskan dari tubuh Ririn, rupanya Ririn tetap kembali menjadi pocong. Hal itu selalu terjadi tepat pukul 00.00 WIB.

Katanya, itu akan berlangsung selama 99 hari sampai ayah Ririn menemukan mantel baru untuk diberikan pada jin.

Untungnya, kakak perempuan Ririn yang dari Australia menemukan mantel serupa. Sehingga terjadi perpindahan jin itu ke mantel yang baru. Sejak saat itulah, Ririn kembali hidup normal.

Di akhir cerita, Aria mengatakan kalau ingatan Ririn telah dihilangkan agar tidak menjadi trauma dan Ririn terbang ke Australia untuk menetap di sana bersama kakaknya.

Sementara ayah dan ibunya tetap tinggal di Jakarta. Demikian mengutip TribunnewsBogor.com.

More From: Berita Menarik